Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026: Novo Indonesia Edukasi Cara Aman Menggunakan Obat

Amelia Beatrix • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 14:59 WIB
Novo Indonesia Ajak Masyarakat Berperan Aktif Memastikan Keamanan Penggunaan Obat
Novo Indonesia Ajak Masyarakat Berperan Aktif Memastikan Keamanan Penggunaan Obat

JAGOSATU.COM – Novo Indonesia mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keselamatan pengobatan, terutama dengan memastikan obat diperoleh melalui jalur resmi, digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta melaporkan dugaan efek samping. Ajakan ini disampaikan bertepatan dengan Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 yang diperingati setiap 17 September.

Keselamatan pasien menjadi perhatian penting bagi masyarakat yang menjalani pengobatan jangka panjang, termasuk pasien penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas. Keamanan pengobatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga kualitas, keaslian, dan pemantauan keamanan obat selama digunakan.

Associate Director, Medical & Regulatory Novo Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarlinan, mengatakan keselamatan pasien membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pasien.

“Melalui kolaborasi dan peran aktif setiap pihak, kita dapat bersama-sama mendukung perjalanan pengobatan yang lebih aman bagi pasien,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Novo, masyarakat perlu memastikan obat resep diperoleh dari fasilitas resmi seperti apotek, klinik, telehealth, atau rumah sakit berizin. Legalitas produk juga dapat diperiksa melalui situs Cek BPOM sebelum obat digunakan.

Langkah tersebut menjadi penting karena produk medis ilegal atau substandard dan falsified dapat memiliki kualitas, keamanan, maupun dosis yang tidak sesuai. Mengacu pada FDA dan WHO, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kegagalan pengobatan hingga membahayakan pasien.

Masyarakat yang menemukan atau mencurigai produk ilegal dapat melaporkannya melalui kanal resmi BPOM, termasuk Halo BPOM 1500533, WhatsApp +62 811-9181-533, email, serta Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM dan unit layanan di daerah.

Dari sisi industri, Novo menyatakan pengelolaan kualitas dan keamanan dilakukan sepanjang siklus hidup produk. Salah satunya melalui sistem serialisasi yang memungkinkan produk dipindai menggunakan aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi nomor izin edar, nomor bets, dan tanggal kedaluwarsa.

Novo juga mendukung upaya deteksi produk ilegal di kanal daring bersama pemangku kepentingan. Setelah produk beredar, pemantauan keamanan dilakukan melalui pharmacovigilance untuk mengumpulkan dan mengevaluasi informasi terkait efek samping.

Direktur Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat BPOM, Nova Emelda, mengatakan laporan mengenai kejadian tidak diinginkan atau dugaan efek samping menjadi informasi penting dalam pemantauan profil keamanan obat.

“Setiap laporan menjadi informasi penting dalam pemantauan profil keamanan obat dan upaya perlindungan keselamatan pasien,” kata Nova.

Novo Indonesia menyatakan akan melanjutkan edukasi mengenai diabetes dan obesitas serta akses terhadap pengobatan yang aman. Pasien yang mengalami kejadian tidak diinginkan setelah menggunakan obat juga dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
Novo Indonesia Hari Keselamatan Pasien Sedunia bpom