JagoSatu.com – Sel kulit mati merupakan bagian normal dari proses regenerasi kulit. Pada orang dewasa yang sehat, pergantian sel kulit biasanya berlangsung setiap 28 hingga 40 hari. Namun, apabila proses regenerasi melambat atau sel kulit mati menumpuk di permukaan kulit, kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai masalah kulit.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Alodokter dan telah ditinjau oleh dr. Kevin Adrian, penumpukan sel kulit mati dapat membuat kulit tampak kusam, terasa kasar, serta meningkatkan risiko munculnya komedo dan jerawat.
Alodokter menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama penumpukan sel kulit mati adalah kurangnya eksfoliasi. Kulit yang jarang dibersihkan secara menyeluruh akan lebih mudah mengalami penumpukan sel kulit mati sehingga kehilangan kilau alaminya dan terasa lebih tebal atau kasar.
Selain itu, produksi minyak berlebih juga dapat menyebabkan sel kulit mati menempel di permukaan kulit dan menyumbat pori-pori. Kondisi tersebut lebih sering terjadi pada pemilik kulit berminyak maupun remaja sehingga berpotensi memicu komedo, jerawat, serta membuat pori-pori tampak lebih besar.
Faktor lain yang dapat memicu penumpukan sel kulit mati adalah penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai. Produk dengan bahan yang terlalu keras atau membuat kulit sangat kering dapat mengganggu proses alami pelepasan sel kulit mati sekaligus merusak lapisan pelindung kulit.
Paparan polusi udara dan sinar matahari berlebihan tanpa perlindungan juga dapat mempercepat kerusakan sel kulit sekaligus memperlambat regenerasi kulit. Akibatnya, kulit menjadi tampak lebih kusam, gelap, dan lebih mudah mengalami flek hitam.
Selain faktor lingkungan, beberapa penyakit kulit seperti psoriasis dan eksim juga dapat mengganggu proses regenerasi kulit. Kondisi tersebut membuat sel kulit mati menumpuk sehingga kulit menjadi lebih kering, bersisik, kasar, dan mudah mengalami iritasi.
Untuk membantu mengangkat sel kulit mati, Alodokter menyarankan melakukan eksfoliasi fisik menggunakan scrub berbahan lembut atau alat pembersih khusus sebanyak sekitar dua kali dalam seminggu agar kulit tidak mengalami iritasi.
Selain eksfoliasi fisik, eksfoliasi kimia menggunakan produk yang mengandung alpha hydroxy acid (AHA) maupun beta hydroxy acid (BHA) juga dapat menjadi pilihan. AHA bekerja mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit, sedangkan BHA mampu menembus pori-pori sehingga lebih sesuai untuk kulit berminyak atau berjerawat.
Perawatan menggunakan masker berbahan alami seperti susu, yoghurt tanpa gula, dan madu juga dapat membantu mengangkat sel kulit mati. Di samping itu, menjaga kebersihan wajah dan tubuh dengan rutin membersihkan kulit menggunakan sabun yang sesuai dengan jenis kulit turut membantu mencegah penumpukan sel kulit mati.
Apabila penumpukan sel kulit mati tetap terjadi meski telah melakukan perawatan, atau disertai kulit pecah-pecah, berdarah, nyeri, maupun gatal berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
Informasi mengenai penyebab penumpukan sel kulit mati, cara mengatasinya, serta tips perawatan kulit bersumber dari artikel Alodokter berjudul "Sel Kulit Mati, Penyebab Kulit Kusam yang Sering Tidak Disadari" yang terakhir diperbarui pada 13 Juli 2026 dan telah ditinjau oleh dr. Kevin Adrian.
Editor : ALengkong