JAGOSATU.COM - Rencana reklamasi yang diajukan oleh PT Manado Utara Perkasa (MUP) untuk Pantai Karangria Tumumpa terus menghadapi gelombang penolakan yang kuat dari berbagai pihak, menandakan adanya perbedaan pandangan yang signifikan dalam masyarakat terkait proyek kontroversial ini.
Komunitas lokal, aktivis lingkungan, dan tokoh masyarakat telah bersatu dalam menentang rencana reklamasi ini, dengan alasan perlindungan terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pantai yang rentan.
Sam Sianata seorang aktivis lingkungan memaparkan "kan setiap reklamasi itu tentunya, dampaknya akan terbawa arus. Misalkan contoh gampangnnya laut menjadi keruh, itu tentunya akan mempengaruhi wisata. mereka yang penyelam-penyelam melihat yang tadinya laut jernih menjadi buruk, menjadi keruh, itukan itu pasti dampak itu akan menyebar ke daerah-daerah lain seiring dengan kuatnya arus dan terbawa angin kemana."
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Utara, membenarkan izin reklamasi langsung dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan
Warga Manado bersikeras untuk terus berjuang demi pelestarian Pantai Karangria. Mereka mengharapkan agar pemerintah mendengarkan suara rakyat dan memprioritaskan keberlanjutan lingkungan dalam pengambilan keputusan mengenai masa depan pesisir Pantai Karangria Tumumpa ini. (*)
Editor : Toar Rotulung