Cek Barak Penampungan
di Bireuen, Aceh, Prabowo
Santap Tongkol Bareng Pengungsi
JAGOSATU.COM - Presiden Prabowo Subianto terus menyusuri bagian utara Sumatera yang dilanda banjir bandang dan longsor. Tidak cuma meminta para menterinya turun lapangan, ia dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menjelajah kawasan yang terdampak musibah bencana alam di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.
Presiden hendak memastikan separah apa musibah itu terjadi dan ingin melihat langsung kondisi rakyatnya. Agar tidak sekadar menerima laporan anak buah dari balik meja kerja di Jakarta. Walau harus menempuh medan berat akibat sejumlah akses jalan terputus, Presiden Prabowo memutuskan melihat dengan mata kepala sendiri agar tahu keputusan apa yang akan dibuat. Walau kerap bolak balik ke Jakarta, begitu selesai acara di Ibu Kota ia langsung terbang ke utara Sumatera itu.
Minggu (7/12) pagi, siang hingga sore, ia meninjau lokasi pengungsian korban banjir dan longsor di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Prabowo tampak makan bareng pengungsi bencana di tenda. Ia tidak sungkan mengganjal perut bersama warganya yang tinggal di pengungsian akibat kehilangan tempat tinggal.
Prabowo tiba di posko pukul 12.20 WIB. Ia langsung mendatangi warga yang berada di posko.
Prabowo juga mengecek posko dapur umum. Begitu iba ia ngobrol lepas dengan warga tanpoa sekat. Lalu ikut makan bersama dengan lauk yang juga disantap pengungsi. Tidak makan makanan khusus, seperti layaknya pejabat terdahulu.
Presiden lahap menyantap menu bersama warga. "Makan pakai ikan tongkol," kata Prabowo.
Ini kali kedua Prabowo ke Aceh untuk mengecek dampak bencana. Pada 1 Desember lalu, Prabowo meninjau Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara.
Ia meminta para pembantunya untuk jangan hanya meminta laporan anak buah dari Jakarta, tanpa melihat sendiri kondisi di lapangan. Lebih khusus kementrian terkait. Agar mendata selekasnya keperluan premier warga dan memasok kebutuhan itu. Termasuk meminta pihak Telkom, Pertamina, PLN untuk menyambung komunikasi, pasokan BBM dan kebutuhan listrik warga terdampak. Lalu Kementrian Kesehatan di-push untuk memasok kebutuhan obat-obatan guna menghindari penyebaran penyakit pasca bencana.
Prabowo juga mengingatkan Pemprov, Pemkabn dan Pemkot setempat untuk memastikan kebutuhan warga dipasok secepatnya. Jangan sampai ada warga yang kelaparan akibat wilayahnya tersisolir dan belum tersentuh bantuan. Apalagi ia baru mendengar kabar di salah satu wilaya di Aceh, sudah ada pengungsi yang wafat akibat dampak banjir. ‘’Infrastruktur dan kebutuhan dasar dulu yang dipikirkan. Infrastruktur pastikan semua terhubung. Baik jalan, jembatan, jairangan selular, pasokan BBM, listrik, obat-obatan, pakaian, tempat tidur, selimut dan pokoknya seluruhnya. Jangan sampai ada yang wafat pasca bencana. Sudah banyak yang meninggal dan masih banyak yang belum ditemukan, tidak boleh ada lagi warga yang wafat karena terlambat ditangani pemerintah,’’ tegasnya.(dro/dts/dbh)
Editor : Hairil Paputungan