Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mentan Amran Gerak Cepat Tinjau Langsung Pemulihan Sawah Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh

Toar Rotulung • 2026-01-15 15:03:41

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kedua kiri), Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto (tengah). (Antara)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kedua kiri), Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto (tengah). (Antara)

JAGOSATU.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung pemulihan tahap awal sawah terdampak banjir dan longsor di Aceh, sebagai bagian dari upaya percepatan rehabilitasi lahan pertanian pascabencana hidrometeorologi. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pemulihan berjalan cepat, tepat sasaran, dan mampu mengembalikan produktivitas petani di wilayah terdampak.

Mentan bersama rombongan tiba di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Kamis pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Di lokasi tersebut, Amran melihat langsung kondisi areal persawahan yang masih tertutup lumpur akibat banjir dan longsor. Ia berdialog dengan jajaran Kementerian Pertanian serta pemerintah daerah mengenai langkah-langkah konkret yang harus segera dilakukan.

Dalam arahannya, Amran menegaskan bahwa rehabilitasi lahan pertanian harus dilaksanakan secara swakelola dan padat karya dengan melibatkan petani setempat. Menurutnya, pola ini tidak hanya mempercepat pemulihan lahan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat terdampak.

“Seluruh pekerjaan dilakukan secara swakelola. Kalau perlu petaninya ikut mengerjakan sendiri dan itu dibayar oleh pemerintah,” ujar Amran saat meninjau lokasi sawah rusak.

Ia menolak penggunaan kontraktor besar dalam proses rehabilitasi lahan pertanian. Menurut Amran, keterlibatan langsung petani akan membuat proses pemulihan lebih efektif dan berkelanjutan. “Ini harus padat karya, tidak perlu kontraktor besar. Biarkan manfaatnya dirasakan langsung oleh petani,” tegasnya.

Selain perbaikan lahan, pemerintah juga menyalurkan bantuan sarana produksi berupa benih dan pupuk kepada petani terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat masa tanam berikutnya sehingga produksi pangan di Aceh tetap terjaga. “Benih dan pupuk sudah dibantu pemerintah agar petani bisa segera menanam kembali,” kata Amran.

Kunjungan Mentan ini turut didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, bersama anggota Komisi IV lainnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta pejabat terkait. Kehadiran lintas lembaga tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam pemulihan sektor pertanian pascabencana.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total sawah terdampak bencana di Aceh mencapai 54.233 hektare yang tersebar di 21 kabupaten dan kota. Kerusakan terbagi dalam kategori ringan seluas 23.893 hektare, sedang 8.759 hektare, dan berat 21.851 hektare. Untuk tahap awal, rehabilitasi dilakukan pada 13.707 hektare lahan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut berdampak pada 107.324 hektare sawah, dengan lahan puso padi dan jagung mencapai 44,6 ribu hektare. Selain itu, lahan perkebunan, hortikultura, peternakan, serta infrastruktur pertanian juga mengalami kerusakan signifikan.

Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran Rp1,49 triliun dari APBN 2026 dan mengusulkan tambahan Rp5,1 triliun untuk mempercepat pemulihan pertanian di wilayah terdampak. Amran menegaskan data kerusakan akan terus diperbarui secara berkala melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah.

Editor : Toar Rotulung
#ACEH #Petani #sawah #Prabowo #amran sulaiman #mentan amran