Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Masuk Dewan Energi Nasional Mentan Amran Buka Peluang Baru Kesejahteraan Petani Lewat Bioenergi

Toar Rotulung • 2026-01-28 21:20:46

Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan bintang jasa utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026).
Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan bintang jasa utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026).

JAGOSATU.COM - Pelantikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN) tidak hanya menandai penguatan peran sektor pertanian dalam transisi energi, tetapi juga membuka babak baru bagi peningkatan kesejahteraan petani melalui pengembangan bioenergi nasional. Dari sudut pandang ekonomi kerakyatan, langkah ini dinilai strategis karena menempatkan petani sebagai aktor penting dalam agenda besar kedaulatan energi Indonesia.

Dengan resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu (28/1/2026), Mentan Amran kini berada di posisi kunci dalam perumusan kebijakan energi jangka panjang. Keanggotaan ini berlandaskan Keputusan Presiden Nomor 134P Tahun 2026 dan Keppres Nomor 6P Tahun 2026, yang memperkuat legitimasi peran lintas sektor antara pertanian dan energi.

Dalam berbagai kesempatan, Mentan Amran menekankan bahwa transisi energi tidak boleh hanya berorientasi pada aspek teknologi dan industri besar, tetapi juga harus berdampak langsung pada masyarakat desa, khususnya petani. Pemanfaatan komoditas pertanian sebagai sumber energi terbarukan diyakini mampu menciptakan pasar baru yang stabil bagi hasil pertanian nasional.

“Pertanian bukan hanya soal pangan, tetapi juga energi. Jika dikelola dengan benar, petani bisa mendapat manfaat ganda, dari produksi pangan dan dari energi,” ujar Mentan Amran usai pelantikan.

Sejumlah komoditas seperti kelapa sawit, tebu, dan singkong dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku biofuel. Selama ini, sawit dan tebu telah menjadi penopang utama biodiesel dan bioetanol nasional. Ke depan, pengembangan singkong sebagai sumber energi alternatif diproyeksikan mampu melibatkan lebih banyak petani kecil karena tanaman ini mudah dibudidayakan dan cocok di berbagai wilayah.

Dari perspektif ekonomi desa, kebijakan ini berpotensi meningkatkan permintaan hasil panen secara berkelanjutan. Permintaan biofuel yang terus meningkat akan menciptakan kepastian pasar, menjaga harga komoditas tetap stabil, dan mengurangi ketergantungan petani pada fluktuasi pasar global.

Selain itu, kebijakan mandatori biodiesel B50 yang terus diperkuat pemerintah juga dinilai memberi efek domino bagi sektor pertanian. Dengan berkurangnya impor solar, serapan bahan baku biodiesel dalam negeri meningkat, yang pada akhirnya mendorong peningkatan pendapatan petani sawit dan pelaku usaha perkebunan rakyat.

Mentan Amran menyebut, keberhasilan B50 bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang keberpihakan negara kepada petani. Penguatan industri bioenergi berbasis pertanian akan membuka lapangan kerja baru, memperkuat industri pengolahan di daerah, serta mendorong hilirisasi yang selama ini menjadi agenda utama Kementerian Pertanian.

Dewan Energi Nasional sebagai lembaga strategis memiliki peran penting dalam menyelaraskan kebijakan energi dengan pembangunan nasional. Dengan masuknya Mentan Amran, kepentingan petani dan sektor pertanian diharapkan semakin terakomodasi dalam kebijakan energi nasional.

Ke depan, Kementerian Pertanian berkomitmen mendorong integrasi pertanian dan energi melalui penguatan hilirisasi, perluasan budi daya tanaman energi, serta pengembangan industri pengolahan di sentra produksi. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan petani tidak hanya sebagai produsen bahan baku, tetapi juga bagian dari rantai nilai energi nasional.

Langkah tersebut diyakini akan mempercepat terwujudnya kedaulatan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, sejalan dengan visi pembangunan hijau dan ekonomi berkelanjutan yang tengah digenjot pemerintah.

Editor : Toar Rotulung
#Presiden Prabowo #Petani #mentan amran #dewan energi nasional