AKARTA – Uji kemurnian emas memegang peranan penting untuk meningkatkan daya saing industri perhiasan nasional. Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri dan laboratorium bisa mengikuti program Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP). Dengan cara itu, validitas laboratorium dan industri semakin kuat dan diakui.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kinerja industri perhiasan nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga yang mencapai USD 1,1 miliar atau meningkat sekitar 65,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor industri perhiasan Indonesia memiliki peluang besar untuk terus tumbuh di pasar internasional. Momentum positif ini harus dijaga melalui penjaminan kualitas dan kepercayaan terhadap produk dalam negeri," ujar Agus di Jakarta, kemarin (9/3).
Ia mendorong partisipasi industri dan laboratorium dalam program Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP). Program ini bertujuan membandingkan kemampuan laboratorium dalam melakukan pengujian sehingga hasil yang dihasilkan menjadi lebih akurat, konsisten, dan dapat dipercaya.
Baca Juga: 198 Proyek Perumahan Terdampak Kebijakan Lahan Sawah Dilindungi
"Peran laboratorium pengujian sangat strategis dalam memastikan kesesuaian kadar logam mulia sehingga produk yang beredar di pasar memiliki standar kualitas yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkapnya. (apf/gal/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy