Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pemerintah Jamin Stok Aman dan Tak Naikkan Harga BBM Subsidi

Pratama Karamoy • 2026-03-11 13:41:27

Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa

PELEMAHAN nilai tukar rupiah hingga sempat menyentuh level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (9/3) memicu kekhawatiran di pasar keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sempat turun hampir 5 persen pada awal perdagangan.

Tapi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional masih berada dalam fase ekspansi dan jauh dari ancaman krisis. Menurutnya, gejolak di pasar keuangan tersebut dipicu oleh sentimen sejumlah ekonom yang menyebut Indonesia berpotensi mengalami resesi seperti krisis 1998.

 

Purbaya menilai, pandangan tersebut tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. "Jangan dikit-dikit krisis, resesi aja belum. Kita masih ekspansif, masih fase awal. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan," ujar Purbaya di Jakarta, kemarin (10/3).

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan belum ada rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meski harga minyak dunia meningkat. Hingga saat ini belum ada kebijakan untuk mengubah skema subsidi maupun menaikkan harga BBM. "Kita lihat dulu seperti apa kondisinya ke depan," lanjut Purbaya.

Pemerintah juga memastikan, stok minyak nasional masih berada dalam kondisi aman. Menurutnya, cadangan minyak nasional saat ini berada di kisaran 20 hari, lebih tinggi dari kebutuhan normal yang biasanya sekitar 15 hari.

"Itu stok yang normal, bukan darurat. Ada yang bilang, wah kita tinggal 20 hari lagi. Bukan begitu. Kalau di stok setahun kan rugi, ada cost-nya," katanya.

 

Baca Juga: Korlantas Prediksi Jateng Jadi Area Rawan Kecelakaan, Titik Lelah Pemudik dari Wilayah Barat

 

Negosiasi Kapal

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, negosiasi untuk membebaskan dua kapal Pertamina yang terjebak di Teluk Arab akan selesai dalam waktu dekat. "Sebentar lagi selesai. Doain ya," ucapnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, seperti dikutip Antara kemarin.

Pada Senin (2/3), Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan bahwa terdapat empat kapal yang sedang berada di area Timur Tengah. Keempatnya adalah Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor Al Zubair Irak; Pertamina Pride yang telah selesai loading dan sedang berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi; PIS Rinjani yang berlabuh di Khor Fakkan, UAE; serta PIS Paragon yang discharge di Oman.

Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa pihaknya terus berdialog dengan otoritas Iran demi memastikan keselamatan kru dan kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. Selain itu, berkoordinasi terkait dengan pemanduan bantuan perang dengan AS-Israel. Teheran sudah menyatakan kapal yang nekat melintas Selat Hormuz akan diserang.

Dalam laporannya kemarin, PIS menyampaikan, dari empat unit kapal tadi, dua di antaranya tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon. Jadi, yang tersisa di Teluk Arab adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro. Mereka sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz.

Kapal Gamsunoro merupakan milik konsumen pihak ketiga (third party). Sementara itu, Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. (mim/agf/ttg/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Ekonomi #Nasional