Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Industri Kosmetik Optimistis Tumbuh meski Tertekan Pasokan Bahan Baku

Pratama Karamoy • 2026-03-12 15:51:22

AMANKAN LOGISTIK: Kebutuhan kosmetik yang tinggi membuat produsen tetap yakin mencatat pertumbuhan signifikan. Tekanan impor masih bisa diatasi dengan strategi penjualan.
AMANKAN LOGISTIK: Kebutuhan kosmetik yang tinggi membuat produsen tetap yakin mencatat pertumbuhan signifikan. Tekanan impor masih bisa diatasi dengan strategi penjualan.

SURABAYA – Kondisi konflik global tak membuat produsen kosmetik gentar menghadapi potensi tekanan pasar. Apalagi hampir 80 persen bahan baku produk mereka dipasok dari luar. Potensi pasar dalam negeri dan strategi penjualan yang adaptif membuat pelaku industri tersebut berani memasang target pertumbuhan dua digit.

 

Direktur Utama (Dirut) PT Moga Djaja Yusuf Wiharto menjelaskan tekanan global terhadap industri kosmetik sebenarnya sangat besar. Pasalnya, banyak komponen kosmetik yang sampai saat ini masih belum bisa disediakan dengan cukup oleh pelaku industri dalam negeri. "Talc untuk bedak saja masih harus diimpor. Di kami, 80 persen bahan baku masih harus diimpor dari negara-negara Eropa, Jepang, hingga Amerika Serikat," jelasnya kemarin (11/3).

 

Hal itu akan membuat lini bisnis terdampak volatilitas global. Biaya logistik bisa membengkak, khususnya untuk bahan-bahan petroleum. Meski begitu, pihaknya tetap optimistis menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit. Setidaknya pertumbuhan penjualan selama 2026 bisa tumbuh minimal 15 persen. "Kami rancang strategi untuk bisa capai target pertumbuhan," jelasnya.

 

Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Surabaya itu akan menyusun strategi agar masyarakat tetap sanggup membeli kosmetik. Ia memastikan tak menaikkan harga meski margin terkikis. Dia mengaku bahwa Viva sudah tiga tahun tak menaikkan harga.

 

Baca Juga: Konflik Timur Tengah, Eksportir Jawa Timur Tunda Kirim Barang

 

Di sisi lain, Yusuf menegaskan bahwa perusahaan tetap mempertahankan kualitas dan terus berinovasi agar konsumen tetap percaya. Langkah yang masuk akal bisa jadi mengecilkan produk. "Tahun ini kami juga mencoba lebih konservatif dalam meluncurkan produk. Tahun ini mungkin 5-10 produk. Biasanya kami setahun rilis 20 produk baru," paparnya. (bil/gal/manado pos)

 

 

Editor : Pratama Karamoy
#kosmetik #Nasional