JAKARTA – Ketua baru OJK Friderica Widyasari Dewi langsung menyiapkan agenda besar setelah resmi dilantik. Reformasi integritas pasar modal menjadi prioritas utama untuk memperkuat kepercayaan investor.
Menurut Friderica, penguatan integritas pasar modal menjadi agenda mendesak yang harus segera dilakukan. Bahkan, langkah tersebut telah mulai disiapkan sejak dirinya menjabat sebagai pejabat sementara. "Reformasi integritas pasar modal menjadi salah satu fokus utama kita saat ini, bahkan bisa dikatakan sebagai prioritas utama," ujarnya usai Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (12/3).
Bentuk Satuan Tugas
Dia menjelaskan, OJK telah menyiapkan delapan prioritas dalam agenda reformasi tersebut. Fokusnya mencakup penguatan likuiditas pasar, integritas data, hingga perlindungan investor. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran di sektor pasar modal.
"Kita akan melakukan enforcement terhadap kasus-kasus yang terjadi di pasar modal dan menegakkan hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya. Untuk mempercepat transformasi, OJK juga membentuk satuan tugas reformasi pasar modal yang akan bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
LIMA PIMPINAN BARU OTORITAS JASA KEUANGAN:
-
Ketua Dewan Komisioner: FRIDERICA WIDYASARI DEWI
-
Wakil Ketua Dewan Komisioner: HERNAWAN BEKTI SASONGKO
-
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon: HASAN FAWZI
-
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto: ADI BUDIARSO
-
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen: DICKY KARTIKOYONO
Pendalaman Sektor Keuangan
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu juga akan mendorong pendalaman pasar keuangan untuk mendukung agenda pembangunan ekonomi jangka panjang. Diamanati, pasar keuangan yang kuat dan dalam menjadi prasyarat agar sektor jasa keuangan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Tidak mungkin kita bisa berkontribusi besar pada pembangunan ekonomi nasional, terutama untuk mendukung program pemerintah jangka panjang, kalau pasar kita tidak cukup dalam," ujarnya. Di sisi lain, OJK juga akan mendorong sektor jasa keuangan agar terus berinovasi dan berkembang tanpa mengabaikan perlindungan konsumen. Penguatan inovasi industri akan berjalan beriringan dengan peningkatan tata kelola serta pengawasan yang lebih optimal.
Disahkan DPR
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan lima anggota dewan komisioner OJK dalam rapat paripurna. Pengesahan tersebut dipimpin Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna ke-16 Masa Persidangan IV Tahun 2025-2026.
Persetujuan diberikan setelah DPR menerima laporan hasil fit and proper test dari Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Dalam susunan baru tersebut, Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, sementara Hernawan Bekti Sasongko menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner. (mim/dio/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy