Bahan Bakar Fasilitas Nuklir di Serpong Hanya Cukup sampai Tahun Ini

Pratama Karamoy • Dipublikasikan Kamis, 26 Maret 2026 | 16:58 WIB

REVITALISASI: Fasilitas reaktor nuklir di kompleks Puspiptek Serpong, Banten.
REVITALISASI: Fasilitas reaktor nuklir di kompleks Puspiptek Serpong, Banten.

JAKARTA - Fasilitas reaktor nuklir di Serpong, Banten terancam kehabisan bahan bakar. Untuk itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mempercepat revitalisasi fasilitas penyediaan bahan bakar.

 

Merujuk data resmi dari BRIN, Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) Serpong itu menggunakan uranium silisida dengan tingkat pengayaan rendah (Low Enriched Uranium/LEU). Bahan bakar tersebut diproduksi di fasilitas fabrikasi bahan bakar nuklir di Gedung 60 (Gd. 60).

 

Persoalan muncul setelah sejumlah fasilitas di tempat fabrikasi bahan bakar nuklir tidak beroperasi sejak 2021. Bahan bakar reaktor nuklir yang tersedia saat ini diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sepanjang 2026.

 

Baca Juga: ICW: Inkonsistensi KPK Perkuat Kesan Kejanggalan, Dalam Penanganan Kasus Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas

 

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTBNLR) BRIN Supardjo menjelaskan, perbaikan terhadap fasilitas di Gedung 60 pada prinsipnya masih dapat dilakukan secara mandiri. Adapun Kepala PRTBNLR BRIN Maman Kartaman Ajiriyanto menambahkan, upaya revitalisasi sudah jadi salah satu agenda mereka. "Kami melakukan cek fisik secara menyeluruh terhadap peralatan proses dan fabrikasi bahan bakar nuklir," kata Maman kemarin (25/3). (wan/ttg/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran
Nasional