IHSG Berpeluang Lanjut Menguat

Pratama Karamoy • Dipublikasikan Senin, 15 Juni 2026 | 12:11 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berlanjut pada pekan ini meski pergerakannya cenderung terbatas. Kombinasi penguatan rupiah, masuknya kembali dana asing, serta meredanya ketegangan geopolitik global menjadi sentimen utama yang menopang pasar saham domestik.

Praktisi pasar modal Hans Kwee memperkirakan, IHSG bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat. Dia memperkirakan, support berada pada kisaran 5.677 - 5.900, sedangkan resistance berada di area 6.100 - 6.264.

Menurut Hans, pasar saham global menunjukkan perbaikan. Bursa Amerika Serikat (AS) menguat setelah investor semakin optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Selain itu, debut saham SpaceX yang mencatatkan salah satu pencatatan saham terbesar dalam sejarah Wall Street turut menjadi katalis positif bagi pasar. "Investor makin meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan AS," ujar Hans, kemarin (14/6).

Di dalam negeri, sejumlah sentimen positif mulai menguat. Rupiah kembali terapresiasi terhadap dolar AS (USD) seiring respons positif pasar terhadap langkah Bank Indonesia menaikkan BI rate menjadi 5,5 persen. Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas nilai tukar dan meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik.

Selain itu, prospek ekonomi Indonesia juga mendapat dorongan setelah Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5 persen dari sebelumnya 4,7 persen. Revisi tersebut didasarkan pada kinerja ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan pada kuartal pertama tahun ini. "Reli pasar saham didorong sektor perbankan karena adanya potensi kenaikan margin di tengah komitmen BI menjaga stabilitas rupiah dan inflasi," katanya.

Baca Juga: Kasus HIV Jawa Timur Tertinggi secara Nasional

Perdagangan Saham Melonjak 7,38 Persen

Sementara itu, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 8-12 Juni 2026 ditutup menguat signifikan. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan, IHSG naik 7,38 persen menjadi 6.007,656 dari posisi 5.594,765 pada pekan sebelumnya. (mim/dio)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
IHSG Nasional