Siswa SDN Kauman 1 Muntaber, Distribusi MBG Dihentikan

Pratama Karamoy • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:59 WIB
STOP DULU: Mulai hari ini (27/7), distribusi MBG di SDN Kauman 1 Kota Malang dihentikan sementara. (Foto: NABILA AMELIA / RADAR MALANG)
STOP DULU: Mulai hari ini (27/7), distribusi MBG di SDN Kauman 1 Kota Malang dihentikan sementara. (Foto: NABILA AMELIA / RADAR MALANG)

 

MALANG – Kasus dugaan keracunan akibat program makan bergizi gratis (MBG) kembali dilaporkan terjadi di wilayah Jatim. Yang baru saja mencuat adalah insiden di SDN Kauman 1, Kota Malang. Belasan siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (22/7). Sebagian di antaranya tengah menjalani perawatan. Perkembangan terbaru, distribusi MBG di sekolah itu dihentikan mulai hari ini (27/7) sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel menu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariadi membenarkan insiden itu. "Kami masih menunggu hasil uji laboratorium," katanya. Diketahui, menu MBG untuk siswa SDN Kauman 1 disediakan oleh SPPG Sukoharjo. Hal itu diakui Yayasan Batik Tulis Celaket selaku mitra SPPG. "Kami sebagai mitra BGN memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi," ujar Ketua Yayasan Batik Tulis Celaket Abdul Hanan Jalil saat dikonfirmasi. Dia menceritakan, informasi itu disampaikan pihak sekolah pada Rabu (22/7). Dugaan keracunan tidak berlangsung sesaat setelah mengonsumsi MBG. Melainkan saat para siswa sudah berada di rumah. "Ada yang mengalami keracunan pukul 16.00 WIB, 22.00 WIB, bahkan 02.00 WIB," katanya.

Karena tidak langsung keracunan, Hanan ikut mempertanyakan makanan-makanan yang dikonsumsi setelah MBG. "Jadi perlu dicari tahu juga makanan lain yang dikonsumsi siswa," sambungnya. Sebagai tindak lanjut, sampel makanan telah diserahkan untuk uji laboratorium pada Kamis (23/7). Pihak SDN Kauman 1 juga meminta agar penyaluran MBG dihentikan sementara mulai Senin (27/7). "Namun untuk sekolah atau penerima manfaat lain tetap minta dikirim," terang Hanan.

Baca Juga: Mobil Listrik Tiongkok Lebih Murah dan Canggih dari Buatan AS

Heboh di Bondowoso

Distribusi MBG di MTs Negeri 4 Bondowoso juga sempat berujung kehebohan. Pemicunya adalah video berisi sejumlah siswa yang bergantian membuang nasi dari wadah ompreng ke sebuah gerobak pasir. "MBG, MBG, ini MBG-nya," ujar suara seorang pria dalam rekaman video tersebut. Namun, melalui video klarifikasi yang beredar, kepala sekolah, Qurniyatul Fatiya, menjelaskan bahwa makanan yang terlihat dibuang dalam video merupakan sisa makanan para siswa.

Dia menceritakan, insiden berawal ketika distribusi MBG terlambat datang karena kendaraan pengangkut harus putar balik akibat ada penutupan jalan. "Anak-anak sudah telanjur membeli makanan di kantin. Makanan yang ada di video itu adalah sisa dari yang dimakan, bukan makanan utuh yang sengaja dibuang," ujarnya. Sisa makanan itu dikumpulkan guru untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak itik. (mel/ham/ris)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
Mbg Nasional