SURABAYA - Minat investor terhadap aksi korporasi PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) membludak. Penawaran umum terbatas melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) I atau right issue I mencatat kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 39,79 kali pada periode penjatahan tambahan. Aksi korporasi tersebut membuat ELPI mengantongi dana segar Rp 739,34 miliar yang akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mempercepat ekspansi bisnis di sektor pelayaran dan logistik.
Corporate Secretary ELPI Wawan Heri Purnomo mengatakan, seluruh rangkaian PMHMETD I telah berjalan sesuai jadwal. "Tingkat oversubscription mencapai 39,79 kali. Atas kelebihan pemesanan tersebut, perseroan telah melakukan pengembalian dana kepada investor pada 23 Juli 2026," tutur Wawan di Surabaya kemarin (27/7).
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Pasuruan, Pasutri dan Dua Sopir Truk Tewas
Direktur Keuangan ELPI Efilya Kusumadewi menjelaskan, dana hasil right issue akan dialokasikan untuk sejumlah investasi strategis. Sebanyak 27,75 persen digunakan membangun empat kapal baru yang terdiri atas tiga fast crew boat (FCB) dan satu multipurpose tug. Selanjutnya, 9,74 persen dialokasikan untuk pembangunan kapal guna memenuhi kontrak PT Layar Nusantara Gas pada proyek floating liquefied natural gas (FLNG). Sebesar 25,70 persen digunakan sebagai penyertaan modal pada perusahaan joint venture di bidang pelayaran dan logistik.
"Selain itu, 16 persen akan disalurkan sebagai tambahan modal bagi PT ELPI Trans Cargo, sedangkan 20,57 persen dipakai memenuhi kebutuhan modal kerja serta operasional kapal ELPI dan anak usahanya, PT Ekalya Purnamasari Offshore," paparnya. (bil/dio)
Editor : Pratama KaramoySumber : Koran Jawa Pos