JAGOSATU.COM - Performa apik McLaren di dua balapan sebelumnya berubah menjadi akhir pekan yang tak menyenangkan di GP Belgia.
Lando Norris menggambarkan startnya sebagai "menyakitkan" saat tergelincir ke posisi 18 pada awal balapan.
Norris mengalami kesulitan dari posisi ketujuh di grid karena kurangnya kecepatan di lintasan lurus menggunakan mobil McLaren.
Keadaan semakin memburuk bagi pembalap Inggris ini ketika ia beralih ke ban keras (hard) dan semakin terjauh di urutan belakang.
Namun, strategi McLaren untuk mengganti ban ke ban lembut (soft) di fase akhir balapan membuktikan efektif untuk mengatasi ketertinggalan.
Akibatnya, runner-up GP Hungaria tersebut berhasil finis di posisi tujuh meskipun mendapat tekanan dari Esteban Ocon.
Setelah balapan di Spa, Norris mengakui bahwa "mustahil untuk menyalip" banyak pembalap di depannya karena tingkat downforce McLaren yang rendah di Sirkuit Spa.
"Saya hampir tidak bisa menggunakan gigi delapan," katanya seperti yang dilaporkan oleh Crash.
"Saya sangat lambat di lintasan lurus. Saya tidak bisa bertahan, sulit menyerang. Mustahil untuk menyalip.''
''Tidak ada satu pun yang dapat saya salip di lintasan lurus. Saya terlalu lambat. Saya hanya berhasil menyalip dua atau tiga orang hari ini, dan itu pun hanya di tikungan. Rasanya sangat menyakitkan."
Kehilangan Norris juga menjadi pukulan bagi McLaren, karena pembalap mereka, Oscar Piastri, harus DNF di lap pembuka setelah bersenggolan dengan pembalap Ferrari, Carlos Sainz Jr.(jpg)
Editor : Deiby Rotinsulu