Jagosatu.com - Maurizio Sarri kembali menjabat sebagai pelatih kepala Lazio setelah lebih dari setahun meninggalkan klub tersebut.
Pelatih berusia 66 tahun itu menandatangani kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan untuk musim ketiga.
Kembalinya Sarri terjadi setelah kepergian Marco Baroni yang hanya melatih selama satu musim.
Sarri pertama kali melatih Lazio pada Juni 2021 dan sempat mencatat prestasi gemilang bersama tim ibu kota Italia itu.
Pada musim 2022-2023, Sarri membawa Lazio finis di posisi kedua Serie A, pencapaian terbaik klub sejak juara pada musim 1999-2000.
Namun, ia mengundurkan diri pada Maret 2024 setelah mengalami lima kekalahan dalam enam pertandingan.
Sejak meninggalkan Lazio, Sarri belum kembali melatih klub mana pun hingga pengumuman ini.
Presiden klub Claudio Lotito menyambut hangat kembalinya Sarri dengan pernyataan emosional dan penuh keyakinan.
Menurut Lotito, kembalinya Sarri merupakan pilihan yang didasari oleh hati, keyakinan, dan visi jangka panjang.
Ia menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan menghidupkan kembali semangat, identitas, dan ambisi klub.
Lotito menyebut Sarri sebagai "komandan" dan menyatakan bahwa Lazio adalah rumah bagi sang pelatih.
Selama periode pertamanya, Sarri memimpin Lazio dalam 137 pertandingan di semua kompetisi.
Dari jumlah itu, Lazio meraih 65 kemenangan, 30 hasil imbang, dan 42 kekalahan.
Tim mencetak total 204 gol dan kebobolan 159 kali selama masa kepelatihan Sarri.
Di kompetisi Serie A, Sarri mencatatkan rata-rata 1,7 poin per pertandingan dari 104 laga.
Menariknya, angka tersebut sama dengan yang dicapai Baroni selama 38 pertandingan liga dalam satu musim.
Baroni membawa Lazio finis di peringkat ketujuh Serie A musim lalu.
Namun, posisi tersebut tidak cukup untuk membawa Lazio lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Hal ini diyakini menjadi salah satu alasan pemecatan Baroni setelah hanya satu musim melatih.
Kini, Sarri diharapkan mampu mengembalikan kejayaan dan stabilitas untuk klub ibu kota Italia tersebut. (samt)
Editor : ALengkong