Jagosatu.com — Duel panas antara Paris Saint-Germain dan Real Madrid akan tersaji di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025. Laga yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Kamis (10/7) pukul 02.00 WIB ini bukan sekadar reuni Mbappe dengan mantan timnya, tapi juga penentuan siapa yang benar-benar pantas disebut tim terbaik dunia.
PSG datang dengan status juara Liga Champions dan modal kemenangan atas Inter Miami serta Bayern Munich. Mereka satu-satunya tim yang belum kebobolan sepanjang turnamen ini. Pelatih Luis Enrique membawa skuad penuh semangat dan motivasi untuk mencetak sejarah baru.
Real Madrid, meski tidak datang dengan gelar juara Eropa musim ini, tetap tim yang punya reputasi paling mengerikan di kompetisi antarklub. Dengan 15 trofi Liga Champions, mentalitas mereka di laga besar sudah teruji.
Ousmane Dembele kini jadi jantung serangan PSG. Setelah kepergian Mbappe ke Real, ia sukses ambil alih spotlight dengan torehan 34 gol dan performa konsisten sepanjang musim. Bahkan namanya kini ramai disebut sebagai calon kuat peraih Ballon d’Or 2025.
Di sisi lain, Mbappe yang sempat absen karena gangguan pencernaan, sudah kembali menunjukkan taringnya. Gol penentu kontra Dortmund di perempat final jadi sinyal bahwa sang superstar siap melawan klub lamanya.
Statistik musim ini makin menunjukkan betapa luar biasanya PSG. Mereka sudah mencatat 47 kemenangan, hanya butuh dua lagi untuk menyalip rekor klub yang pernah dicetak musim 2015–2016 bersama Laurent Blanc.
Trent Alexander-Arnold, bek Real Madrid, menyebut laga ini akan jadi yang paling menantang sejauh turnamen berlangsung. Ia tahu betul bagaimana kuatnya PSG, mengingat dirinya pernah disingkirkan oleh tim ini saat masih bersama Liverpool.
Kondisi fisik pemain PSG pun disebut sangat prima. Menurut Bradley Barcola, rotasi pemain dan metode recovery Luis Enrique memberi efek besar untuk menjaga kebugaran pemain meskipun musim mereka sangat panjang.
Sayangnya, PSG akan kehilangan Lucas Hernandez karena kartu merah dan Presnel Kimpembe yang masih cedera. Tapi hal itu tampaknya tak terlalu mengganggu semangat Les Parisiens yang sudah menginjak babak semifinal.
Dembele menyebut bahwa mereka belum puas hanya dengan treble winner. Gelar Piala Dunia Antarklub jadi target utama untuk menyempurnakan musim dan menuliskan sejarah sebagai tim pertama yang mampu menyapu bersih empat trofi mayor.
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, masih menahan keputusan apakah Mbappe akan bermain sejak menit pertama. Gonzalo Garcia yang mencetak empat gol selama turnamen ini bisa jadi opsi utama jika Mbappe belum fit sepenuhnya.
Legenda sepak bola Claude Makelele yang pernah membela kedua klub mengingatkan bahwa Real Madrid tetap punya kekuatan mengerikan di laga knockout. PSG boleh unggul di atas kertas, tapi Real punya DNA juara yang gak bisa diremehkan.
Pertemuan ini juga menyimpan sisi emosional, karena Dembele dan Mbappe dulunya merupakan rekan setim di PSG dan sama-sama juara dunia bersama Prancis tahun 2018. Namun kini, mereka berjuang di kubu yang berbeda.
Laga ini bisa menjadi pembuktian bahwa PSG benar-benar layak disebut sebagai penguasa baru sepak bola dunia. Tapi mereka harus melewati tembok tebal bernama Real Madrid terlebih dulu.
Baca Juga: Patah Tulang dan Dislokasi, Musiala Jalani Operasi Usai Laga Kontra PSG
Apapun hasilnya, duel ini dipastikan akan jadi sajian kelas dunia yang penuh drama, intensitas tinggi, dan mungkin juga sejarah baru yang tercipta.(chK)
Editor : ALengkong