Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Bengkak 0‑7 Lawan Thailand, Kecewa Joko Susilo Terukir—Garuda Pertiwi Dipaksa Evaluasi Total

ALengkong • 2025-08-07 09:22:47
Kekalahan Timnas Putri U-20
Kekalahan Timnas Putri U-20

Jagosatu.com - Timnas Putri Indonesia menelan kekalahan telak 0‑7 saat menghadapi Thailand di laga pembuka Grup A Piala AFF Wanita 2025 di Stadion Lach Tray, Haiphong.

Sejak peluit awal dibunyikan, dominasi permainan langsung dipegang oleh Thailand yang tampil agresif dan cepat dalam membangun serangan.

Baru enam menit laga berjalan, gawang Indonesia sudah kebobolan lewat gol Karnjanathat Phomsri yang jadi pembuka mimpi buruk Garuda Pertiwi.

Thailand terus menekan dan menambah dua gol lagi sebelum babak pertama usai, membuat Indonesia tertinggal 0-3 saat turun minum.

Masuk babak kedua, situasi justru memburuk. Thailand menambah empat gol tambahan hingga skor akhir berakhir mencolok, 0‑7.

Kekalahan ini langsung menempatkan Indonesia sebagai juru kunci Grup A, tertinggal dari Thailand, Vietnam, dan Kamboja.

Pelatih Joko Susilo mengaku sangat kecewa dengan hasil ini, menyebut skor besar seharusnya bisa dihindari jika pemain lebih tenang dan fokus.

Joko menyampaikan selamat kepada Thailand atas kemenangan mereka, namun juga mengkritik performa anak asuhnya yang dianggap jauh dari ekspektasi.

Menurutnya, para pemain kehilangan kendali setelah gol cepat tercipta dan tak mampu mengembangkan permainan.

Ia juga mengakui beberapa pemain naturalisasi seperti Isa Warps, Estella Loupattij, dan Noa Leatomu belum nyetel dengan skema permainan.

Ketiganya baru bergabung tiga hingga empat hari sebelum laga dimulai, dan hal ini dinilai memengaruhi chemistry tim di lapangan.

Kendati demikian, Joko tidak menjadikan itu sebagai alasan utama dan menekankan bahwa evaluasi menyeluruh tetap harus dilakukan.

Ia juga menyoroti bahwa Indonesia sudah menjalani serangkaian persiapan, termasuk uji coba melawan tim U-20 di Bogor, namun hasilnya tetap belum terlihat.

Kekalahan besar ini dinilai memperlihatkan bahwa masalah utama terletak pada lini pertahanan yang terlalu mudah ditembus lawan.

Beberapa kali Thailand bebas masuk ke kotak penalti tanpa perlawanan berarti dari lini belakang Indonesia.

Selain itu, tekanan mental di ajang turnamen juga tampak membuat pemain gugup dan kehilangan arah permainan.

Dengan dua laga berat tersisa menghadapi Vietnam dan Kamboja, Garuda Pertiwi harus melakukan pembenahan besar-besaran.

Kondisi kebugaran, komunikasi tim, dan disiplin taktik jadi fokus utama untuk dipoles dalam waktu yang singkat.

Joko juga menyebut laga selanjutnya akan menjadi ujian sesungguhnya apakah tim mampu bangkit atau semakin terpuruk.

Grup A sendiri dikenal sebagai grup neraka dengan lawan-lawan kuat seperti Thailand dan Vietnam, membuat perjuangan kian berat.

Namun, dengan semangat evaluasi dan kerja keras, harapan untuk setidaknya meraih poin masih terbuka jika tim mampu bermain lepas dan berani.

Garuda Pertiwi harus menjadikan kekalahan dari Thailand sebagai pelajaran besar dan titik balik menuju arah yang lebih baik. (anl)

Editor : ALengkong
#JokoSusilo #TimnasPutri #EvaluasiTim #PialaAFFWanita