Jagosatu.com-Luis de la Fuente, pelatih timnas Spanyol, meminta publik agar tidak mengkritik kehidupan pribadi Lamine Yamal.
Menurutnya, Yamal adalah pemain muda dengan talenta luar biasa yang harus lebih dihargai karena kejeniusannya di lapangan.
Ia menegaskan bahwa hal-hal di luar sepak bola seperti mobil, motor, atau hubungan asmara tidak layak jadi bahan sorotan utama.
De la Fuente menyebut Yamal punya kapasitas pengorbanan dan kemurahan hati yang besar untuk ukuran pemain muda.
Pelatih Spanyol itu menilai tekanan berlebihan justru bisa menghambat perkembangan bintang muda Barcelona tersebut.
Baca Juga: Anthony Ginting Tersingkir, Enam Wakil Indonesia Lolos di Worlds 2025
Nama Yamal memang jadi bahan pembicaraan karena hubungannya dengan penyanyi Nicki Nicole dan isu pesta ulang tahun ke-18.
Situasi itu menimbulkan kritik tajam soal gaya hidupnya, padahal di lapangan ia terus menunjukkan kualitas gemilang.
De la Fuente mengingatkan bahwa Yamal masih sangat muda dan butuh perlindungan, bukan tekanan berlebihan.
Ia mengatakan bahwa media seharusnya memberi ruang bagi Yamal untuk tumbuh tanpa gangguan di luar sepak bola.
Pelatih itu juga menekankan perannya bukan hanya membimbing secara teknis, tetapi juga melindungi mental pemain.
Pada Euro 2024, de la Fuente bahkan menugaskan satu orang dewasa untuk mendampingi Yamal di hotel karena usianya masih belia.
Langkah itu dianggap bentuk kepedulian, bukan pengawasan berlebihan, demi menjaga kondisi psikologis sang pemain.
Beberapa tokoh sepak bola juga memberi masukan, termasuk Robert Lewandowski yang menekankan pentingnya keseimbangan hidup.
Lewandowski mengatakan Yamal berhak menikmati masa mudanya, tetapi tetap harus fokus menjaga karier profesionalnya.
Hal serupa juga disampaikan Hansi Flick, pelatih Barcelona, yang meminta Yamal lebih berhati-hati dengan urusan pribadi.
Flick menilai pengawasan kecil itu penting agar fokus Yamal tidak terganggu dan performanya tetap stabil sepanjang musim.
Baik timnas Spanyol maupun Barcelona sama-sama peduli terhadap perkembangan mental Yamal yang masih berusia muda.
De la Fuente menekankan bahwa kritik soal kehidupan pribadi justru bisa mengalihkan perhatian dari kualitas sepak bolanya.
Yamal sendiri masih terus konsisten menunjukkan performa gemilang baik di Barcelona maupun timnas Spanyol.
Pesan utama de la Fuente jelas: publik harus menikmati kejeniusannya di lapangan, bukan mengurusi hal pribadi di luar lapangan.
(YP)
Editor : Toar Rotulung