JAGOSATU.COM - Penganugerahan Ballon d’Or 2025 baru akan digelar pekan depan, namun prediksi mulai bermunculan. Menariknya, kali ini bukan sekadar analisis media atau eks pemain, melainkan hasil simulasi Artificial Intelligence (AI).
Perusahaan Prancis AVISIA, yang bergerak di bidang data dan kecerdasan buatan, merilis prediksi siapa yang berpeluang besar menggondol trofi paling bergengsi dalam dunia sepak bola tersebut.
Dengan menggunakan AVISIA Player Index, model AI berbasis algoritma klasifikasi biner Random Forest menempatkan winger Paris Saint-Germain, Ousmane Dembélé, sebagai kandidat utama. Menurut analisis itu, peluang Dembélé mencapai 72 persen, jauh mengungguli nama lain.
AI dan Data Statistik Jadi Penentu
Model yang dikembangkan AVISIA tidak hanya menilai statistik gol atau assist. Mereka memperhitungkan performa individu dan tim, reputasi pemain, hingga pengaruh historis sistem pemungutan suara. Artinya, faktor seperti kemenangan di liga utama, trofi internasional, penghargaan pribadi, dan kehadiran di media turut menjadi variabel kunci.
Laporan Gazeta Express menyebutkan, AI memprediksi Dembélé unggul karena konsistensi di level klub dan kontribusinya di ajang internasional. Sementara itu, bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, berada di posisi kedua dengan peluang 56 persen. Adapun gelandang PSG, Vitinha, melengkapi tiga besar dengan 40 persen.
Dembélé Dapat Dukungan
Prediksi ini juga memunculkan perdebatan. Podcaster sepak bola Prancis, Rothen s’enflamme, bahkan menegaskan bahwa bila Dembélé tidak meraih Ballon d’Or, itu berarti ada masalah dalam sistem pemungutan suara. “Jika Dembélé bukan Ballon d’Or, itu karena para pemilih tidak memiliki kompetensi. Bayangkan jika namanya Ronaldo dengan catatan yang sama, diskusi ini tidak akan terjadi,” ujarnya kepada RMC Sport.
Pernyataan itu menegaskan bagaimana reputasi dan persepsi publik masih punya pengaruh besar, meski data menunjukkan hasil berbeda.
Faktor Jurnalisme dan Afinitas Pemilih
Selain statistik, model AI juga memperhitungkan dampak jurnalistik. Faktor kebangsaan, klub, hingga gaya bermain diyakini dapat memengaruhi pilihan jurnalis yang menjadi pemilih resmi Ballon d’Or. Dengan begitu, prediksi ini bukan sekadar hitungan angka, melainkan upaya menyusun gambaran komprehensif tentang siapa yang berpotensi naik podium.
Seorang analis dari AVISIA menjelaskan, “Kami menggunakan basis data multidimensi untuk menilai performa pemain. Namun, karena Ballon d’Or melibatkan voting, bias afinitas juga dimasukkan sebagai variabel penting.”
Lamine Yamal dan Vitinha Jadi Penantang
Meski Dembélé diunggulkan, persaingan masih terbuka. Lamine Yamal yang baru berusia 18 tahun tampil luar biasa bersama Barcelona dan timnas Spanyol. Kemampuannya menjadi pembeda dalam laga-laga besar membuat namanya mendapat perhatian global.
Vitinha pun menjadi kejutan. Gelandang muda PSG itu terus menunjukkan perkembangan signifikan, baik di level klub maupun timnas Portugal. Kinerjanya di lini tengah dinilai berperan besar bagi performa Les Parisiens sepanjang musim.
Berikut daftar 30 nominasi Ballon d’Or 2025 yang diumumkan:
Antusiasme Menjelang Malam Penganugerahan
Ballon d’Or 2025 akan diumumkan di Théâtre du Châtelet, Paris. Hingga kini, antusiasme penggemar terus meningkat. Apakah AI akan benar, dan Ousmane Dembélé mengangkat trofi emas itu? Atau kejutan akan hadir dari Lamine Yamal, Vitinha, atau nama besar lain seperti Jude Bellingham dan Erling Haaland?
Jawabannya baru akan diketahui pekan depan. Namun yang jelas, data, opini, dan harapan sudah berpadu menciptakan drama klasik: siapa yang pantas disebut pemain terbaik dunia.
Editor : Toar Rotulung