Gol Spektakuler Carlos Augusto Bikin Kairat Tak Berkutik — Inter Tak Terhentikan di Eropa!

ALengkong • Dipublikasikan Kamis, 6 November 2025 | 23:11 WIB
Selebrasi usai gol dari pemain Inter Milan
Selebrasi usai gol dari pemain Inter Milan

Jagosatu.com - Inter Milan kembali menunjukkan dominasinya di pentas Eropa dengan kemenangan 2-1 atas Kairat Almaty di Stadion San Siro.

Pertandingan ini menandai kemenangan keempat beruntun Inter di fase grup Liga Champions musim ini.

Sejak awal laga, Inter tampil agresif dan langsung menekan pertahanan tim tamu asal Kazakhstan tersebut.

Peluang pertama hadir pada menit ke-10 ketika tembakan keras Federico Dimarco berhasil ditepis kiper Kairat, Temirlan Anarbekov.

Lautaro Martinez hampir memanfaatkan bola rebound, namun tendangannya melambung di atas mistar gawang.

Tekanan terus diberikan Inter dengan Martinez kembali melepaskan sepakan yang hanya melenceng tipis dari gawang.

Drama sempat terjadi ketika wasit menunjuk titik putih setelah Yann Bisseck dijatuhkan di kotak penalti.

Namun, setelah tinjauan VAR, keputusan penalti tersebut dibatalkan karena tidak ditemukan pelanggaran yang jelas.

Inter akhirnya memecah kebuntuan menjelang akhir babak pertama melalui aksi Lautaro Martinez.

Kapten asal Argentina itu mencetak gol dari jarak dekat setelah beberapa tembakan Inter sempat diblok oleh pemain bertahan Kairat.

Gol tersebut membuat Inter menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 di depan para pendukungnya.

Kairat Almaty tak menyerah begitu saja dan tampil lebih berani pada babak kedua.

Upaya mereka membuahkan hasil sepuluh menit setelah jeda melalui sundulan Ofri Arad.

Gol Arad itu memanfaatkan kekacauan di kotak penalti dan menjadi gol pertama yang bersarang ke gawang Inter di Liga Champions musim ini.

Namun, kegembiraan tim tamu tidak bertahan lama karena Inter kembali unggul lewat sepakan luar biasa Carlos Augusto.

Pemain asal Brasil itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Kairat.

Setelah kembali unggul 2-1, Inter mengontrol jalannya permainan dan tidak memberikan banyak ruang bagi lawan.

Marcus Thuram sempat memiliki peluang emas di menit-menit akhir, namun gagal menambah keunggulan timnya.

Meskipun begitu, Inter tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.

Kemenangan ini membuat Inter tetap sempurna di Eropa dengan empat kemenangan dari empat laga, sejajar dengan Bayern Munich dan Arsenal di puncak klasemen grup.

Secara statistik, Inter menunjukkan dominasi total dengan nilai expected goals (xG) mencapai 1,99 dibanding 0,15 milik Kairat.

Martinez kembali menjadi bintang dengan gol pentingnya yang juga mencatatkan rekor pribadi spesial.

Ia kini menjadi pemain ketiga dalam sejarah Inter yang mencetak gol di tiga laga awal Liga Champions dalam satu musim.

Dua nama sebelumnya yang berhasil melakukan hal serupa adalah Samuel Eto’o pada musim 2010/11 dan Adriano pada 2004/05.

Meski kehilangan rekor clean sheet, Inter tetap menunjukkan kualitas dan mental juara di level tertinggi.

Pertahanan mereka tetap solid meskipun sempat kebobolan untuk pertama kalinya di kompetisi ini.

Simone Inzaghi dapat puas dengan performa timnya yang tetap konsisten dan efisien dalam setiap pertandingan.

Sementara itu, Kairat Almaty harus puas pulang tanpa poin setelah memberikan perlawanan yang cukup tangguh.

Hasil ini juga memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka di fase grup Liga Champions musim ini.

Dengan performa seperti ini, Inter semakin percaya diri menatap laga-laga berikutnya di Eropa.

Para penggemar di San Siro pun menikmati malam kemenangan yang menegaskan status Inter sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisi Inter di klasemen, tetapi juga menambah semangat tim menghadapi jadwal padat ke depan.

Martinez dan Augusto menjadi simbol efisiensi Inter dalam memanfaatkan peluang penting di momen krusial.

Kairat mungkin pulang dengan kekalahan, tetapi mereka mendapat pengalaman berharga menghadapi tim sekelas Inter Milan.

Secara keseluruhan, laga ini menjadi bukti bahwa Inter mampu menang bukan hanya dengan gaya, tetapi juga dengan mental juara sejati. (samt)

Editor : ALengkong
kairat almaty Inter Milan san siro