JAGOSATU.COM - Luciano Spalletti mengakui Juventus tampil jauh di bawah standar saat mereka tumbang 1-2 dari Napoli pada laga Serie A, Senin (8/12) dini hari. Pelatih asal Italia itu menilai timnya tidak pernah benar-benar masuk ke pertandingan dan hanya menjadi penumpang sepanjang laga.
Hasil tersebut membuat Juventus turun ke posisi ketujuh klasemen sementara. Di Stadion Diego Armando Maradona, Spalletti menyaksikan bagaimana timnya kesulitan mengimbangi intensitas permainan Napoli. Rasmus Hojlund tampil menjadi pembeda dengan dua gol yang mengapit gol penyeimbang Kenan Yildiz pada menit ke-59. Kemenangan itu membawa Napoli kembali ke puncak klasemen.
Juventus kini menghadapi tren negatif dalam laga tandang. Mereka kalah tiga kali dalam lima laga tandang terakhir Serie A—jumlah yang sama dari total 25 laga tandang sebelumnya. Statistik itu memperlihatkan bahwa situasi Juventus di bawah Spalletti masih jauh dari stabil.
Spalletti tidak menutupi kekurangan timnya, terutama pada 20 menit awal pertandingan yang menjadi titik balik kekalahan.
“Memang benar, Napoli menekan lebih keras sejak awal. Kami terlalu takut menggerakkan bola, lalu kehilangannya dengan mudah. Mereka membuat kami mengejar mereka,” jelas Spalletti kepada DAZN Italia.
Menurut sang pelatih, Napoli sedang berada dalam kondisi terbaik, ditunjang kekuatan fisik dan kualitas individu.
“Jika Anda tidak menguasai bola, mereka akan membuat Anda berlari ke seluruh lapangan dengan kekuatan dan kualitas mereka,” lanjutnya.
Meski menyebut laga ini sebagai ujian penting bagi Juventus melawan sang juara bertahan, Spalletti mengakui bahwa kesenjangan kualitas terlihat jelas.
“Kami bisa bermain lebih baik daripada hari ini, karena kami memberikan banyak sekali umpan kepada mereka,” katanya.
Spalletti juga menekankan bahwa kehilangan kontrol permainan menjadikan Juventus tidak mampu menentukan arah pertandingan.
“Jika Anda tidak mengendalikan permainan, Anda akan menjadi penumpang bagi orang lain yang membuat keputusan untuk Anda,” tegasnya.
Juventus datang ke Naples tanpa Dusan Vlahovic, yang telah mencetak tiga gol dari 13 laga liga musim ini. Namun absennya sang striker bukan satu-satunya persoalan. Keputusan pemilihan pemain yang dilakukan Spalletti juga memunculkan tanda tanya di kalangan pengamat dan suporter, terutama karena Juventus terlihat tidak punya solusi kreatif di lini depan.
Editor : Toar Rotulung