JAGOSATU.COM - Kekalahan Tottenham Hotspur 1-2 dari Liverpool tak hanya meninggalkan kekecewaan hasil, tetapi juga memicu kritik keras dari Thomas Frank terhadap kepemimpinan wasit John Brooks.
Pelatih asal Denmark itu secara terbuka mempertanyakan sejumlah keputusan krusial yang menurutnya merugikan Spurs, terutama kartu merah untuk Xavi Simons serta gol kedua Liverpool yang dicetak Hugo Ekitike.
Pertandingan di Stadion Tottenham Hotspur itu berjalan penuh tensi. Spurs harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-30 setelah Xavi Simons diusir keluar lapangan. Gelandang muda tersebut menerima kartu merah usai VAR meninjau tekel terlambatnya terhadap kapten Liverpool, Virgil van Dijk.
Situasi semakin memburuk bagi tuan rumah ketika Cristian Romero juga menerima kartu merah di babak kedua, membuat Tottenham menyelesaikan laga dengan sembilan pemain.
Liverpool memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Alexander Isak membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-56, sebelum Hugo Ekitike menggandakan skor lewat sundulan setelah memenangkan duel udara dengan Romero. Richarlison sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-83, namun Spurs gagal menyamakan kedudukan.
Usai laga, Thomas Frank meluapkan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit, dimulai dari kartu merah Simons.
“Kami mendapat kartu merah pertama (Xavi Simons), yang pernah saya lihat diberikan sebelumnya. Saya juga pernah mengatakan sebelumnya, beberapa kali saat masih di Brentford, saya juga pernah melihat kejadian serupa dan saya tidak menyukai kartu merah ini,” ujar Frank.
Menurutnya, tekel Simons tidak layak diganjar hukuman seberat itu. Ia menilai sang pemain tidak melakukan tindakan ceroboh atau dengan intensi mencederai lawan.
“Saya pikir ini bukan tindakan ceroboh. Dia tidak datang dengan kekuatan luar biasa. Dia mengejar Van Dijk, mencoba memberi tekanan, lalu mengubah arah, dan sayangnya kakinya mengenai tendon Achilles,” jelasnya.
Frank bahkan mempertanyakan batasan kontak fisik dalam sepak bola modern. “Jadi kita tidak diizinkan lagi melakukan kontak fisik? Itulah masalahnya. Anda bisa bilang ‘dia harus lebih cerdas’, tapi ini sepak bola,” tambahnya.
Kekhawatiran Frank tidak berhenti di situ. Ia juga mempertanyakan potensi hukuman lanjutan bagi Simons, yang bisa menghadapi larangan bermain beberapa pertandingan.
“Jika dia mendapat larangan tiga pertandingan, bagaimana mungkin itu terjadi untuk sesuatu yang bukan tindakan ceroboh? Itu benar-benar salah, dan kami mungkin tidak bisa mengajukan banding,” tegasnya.
Selain kartu merah, Frank juga menyoroti gol kedua Liverpool yang dicetak Hugo Ekitike. Menurutnya, ada pelanggaran yang luput dari perhatian wasit saat proses terjadinya gol.
“Saya pikir gol kedua adalah kesalahan wasit. Jelas ada dua tangan di punggung. Kita sudah melihat itu ribuan kali di lapangan, biasanya dianggap pelanggaran,” kata Frank.
Ia menilai standar keputusan wasit tidak konsisten, terutama dalam duel-duel udara di kotak penalti.“Itu adalah kesalahan terbesar menurut saya,” lanjutnya.
Frank juga membela Cristian Romero yang menerima kartu merah di fase akhir pertandingan, tepat saat Tottenham sedang menekan untuk menyamakan kedudukan.
“Saya tidak mengerti apakah kartu kuning pertama itu benar atau salah. Untuk kartu kuning kedua, saya melihat dua pemain besar saling berduel. Itu pelanggaran, tidak lebih,” pungkasnya.
Kekalahan ini menambah tekanan bagi Tottenham, sementara Liverpool justru melanjutkan tren positif mereka. Namun bagi Thomas Frank, hasil akhir laga tak bisa dilepaskan dari keputusan wasit yang menurutnya sangat menentukan jalannya pertandingan.
Editor : Toar Rotulung