MENURUN: Juara edisi 2024, performa Jonathan Christie belum maksimal di awal 2026 (foto ist)
Indonesia Dominan Sejak 2022,
Nirgelar 2025 dan 2026, tapi Ada
Letupkan Asa Para Debutan
JAGOSATU.COM - Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England, akan masuk babak final malam nanti di Birmingham, Inggris. Ajang bergengsi level BWF World Tour Super 1000 ini berlangsung sejak 3–8 Maret 2026. Turnamen ini selalu menjadi panggung pembuktian para pebulu tangkis dunia. Indonesia pun kembali mengirimkan wakil terbaiknya dengan harapan mengukir sejarah manis di turnamen klasik tersebut.
DEBUTAN SUKSES: Pasangan ganda putra MS Fikri/Bagas Maulana Juara Ediisi 2022 (foto ist)
Jika menilik empat edisi terakhir hingga 2025, performa wakil Merah Putih tidaklah jelek-jelek amat. Lumayan impresif dan mencuri perhatian dunia.
Indonesia bahkan pernah keluar sebagai juara umum setelah memborong dua gelar juara dalam satu edisi dengan dominasi datang dari sektor putra.
Dalam empat edisi terakhir All England, kiprah Indonesia tidak bsia dibilang buruk. Walau 2025 satu wakil di final kalah dan 2026 satu-satunya wakil di semifinal tak lolos ke final, ada progress positif dalam regenerasi pemain.
- Satu gelar edisi 2022
Pada edisi 2022, Indonesia berhasil menorehkan satu gelar dan cukup mengejutkan publik bulu tangkis dunia. Pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, yang saat itu sama sekali tidak diunggulkan, baru pertama kali tampil di All England, sukses menembus puncak sektor ganda putra. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa debutan pun bisa menorehkan sejarah di turnamen sekelas Super 1000.
FINALIS: Pasangan Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando, baru nyaris (foto ist)
Menariknya, laga semifinal sektor ganda putra pada saat itu didominasi wakil Indonesia dan bahkan menghasilkan All Indonesian final. Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana berhasil mengalahkan pasangan unggulan pertama, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di partai semifinal. Pada laga final, Fikri/Bagas kembali tampil gemilang dengan menaklukkan senior mereka, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, sehingga memastikan gelar juara bagi Indonesia di All England 2022.
BNERUNTUN: Pasangan Fajar Alfian/M Rian Ardianto, juara edisi 2023 dan 2024 (foto ist)
- All Indonesian Final Lagi di Ganda Putra pada Edisi 2023
Pada edisi 2023, sektor ganda putra kembali menyuguhkan kejutan dengan All Indonesian final. Yaitu mempertemukan generasi muda dan senior. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil menaklukkan senior mereka, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dengan dua game langsung. Kemenangan ini menegaskan dominasi wakil Indonesia di sektor putra dan konsistensi prestasi dalam beberapa edisi terakhir.
Selain itu, performa impresif juga ditunjukkan wakil Indonesia di sektor ganda campuran. Pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati sukses melaju hingga babak semifinal. Rehan/Lisa kalah rubber game dari pasangan China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, yang keluar sebagai juara.
- Juara Umum Dua Gelar Edisi 2024
Pada edisi 2024, Indonesia kembali mencatat prestasi gemilang dengan menjuarai dua sektor sekaligus dan keluar sebagai juara umum. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil mempertahankan gelar juara mereka di sektor ganda putra setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada partai final. Kemenangan ini menegaskan konsistensi mereka dan memperkuat dominasi Indonesia di sektor putra.
Satu gelar juara lainnya diraih di sektor tunggal putra yang kembali menampilkan All Indonesian final. Jonatan Christie tampil impresif dengan menang dua game langsung atas rekannya, Anthony Sinisuka Ginting. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa kekuatan Indonesia di sektor tunggal dan ganda putra tetap sulit ditandingi hingga All England 2024.
- Ngedrop dan Nirgelar pada Edisi 2025
Pada edisi 2025, Indonesia tetap berhasil menempatkan wakilnya di partai final, kali ini dari sektor ganda putra. Pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, yang saat itu merupakan debutan di All England sebagai pasangan baru, berhasil menyingkirkan rekan senegaranya sendiri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, di babak semifinal. Keberhasilan ini tetap menunjukkan kualitas tinggi wakil Indonesia meski masih baru berpasangan.
Sayangnya, langkah Leo/Bagas terhenti di partai final setelah kalah dari pasangan Korea, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Hasil ini membuat Indonesia nirgelar pada All England 2025, meski tetap menorehkan catatan positif dengan menampilkan debutan kuat di final. Meski tanpa gelar, penampilan para wakil Merah Putih tetap meninggalkan kesan kuat bagi penggemar bulu tangkis Indonesia.
Dalam empat edisi terakhir hingga 2025, Indonesia beberapa kali mencatat prestasi gemilang, dari kejutan Fikri/Bagas hingga dominasi Fajar/Rian dan Jonatan Christie. Meski nirgelar pada 2025, penampilan wakil Merah Putih, termasuk debutan Leo/Bagas, tetap menunjukkan kekuatan dan regenerasi bulu tangkis Indonesia menjelang All England 2026.
MASA DEPAN: Raymon Indra/Nikoalus Joaquin membawa harapan baru masa depan ganda putra Indonesia (foto ist)
- Bintang Raymond/Joaquin
Indonesia pada edisi 2026 mengirim 6 nomor di babak 8 besar. Semuanya debutan. Lima nomor rontok dan hanya satu yang tembus semifinal. Yakni pasangan ganda putra berusia belia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Perjalanan duo bocil yang kini akrab disebut dengan singkatan RayJo memang mengejutkan. Di 32 besar menyingkirkan wakil China. Di 16 besar mematahkan asa seniornya, pasangan nomor 4 dunia, Fajar Alfian/MS Fikri dan di perempatfinal memulangkan pasangan nomor tiga dunia asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang.
Di semifinal tadi subuh keduanya mengakhiri petualangan di tangan ganda nomor satu dunia, Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea Selatan. Walau kalah dua gim langsung, Kim/Seo tidak mudah merebut tempat ke final. Sinyal keras dilontarkan pasangan muda Indonesia itu kepada ganda putra dunia. Bahwa mereka sudah muncul dan akan kembali dengan lebnih kuat di turnamen-turnamen berikut.
Ya, Indonesia memang nirgelar dalam dua tahun terakhir tapi jika menengok barisan di 8 besar, sudah muncul ancaman nyata, ada antrian panjang wakil-wakil Indonesia di semua nomor, yang bisa meledak prestasinya di tahun-tahun mendatang.(bot/dtb/dts)
Editor : Hairil Paputungan