LONDON – Manchester City memenangi persaingan pertama lawan Arsenal di ajang domestik musim ini. Dalam final Piala Liga di Stadion Wembley, London, kemarin (23/3), City mampu menekuk Arsenal dua gol tanpa balas. The Cityzens —julukan City— masih bersaing dengan The Gunners —sebutan Arsenal— dalam Premier League dan Piala FA.
Di Premier League, Arsenal memimpin 9 poin (71-60) atas City meski The Cityzens memainkan satu laga lebih sedikit (30 laga berbanding 31 laga). Premier League berlangsung sampai laga ke-38. Sementara di Piala FA, kedua klub sama-sama masih bertahan di perempat final. Bedanya, City dihadang Liverpool FC, sedangkan Arsenal "hanya" menghadapi Southampton FC yang berkiprah di Championship (kompetisi kasta kedua di Inggris).
"Itu (mengejar posisi Arsenal di Premier League) masih mungkin. Kami masih yakin. Ini (memenangi Piala Liga) hanya langkah kecil yang benar. Semua pemain kami di saat ini sedang bersemangat," kata gelandang serang City, Phil Foden, dilansir dari.
"Ini akan jadi titik balik yang besar bagi kami musim ini. Kemenangan dalam final kali, pasti akan meningkatkan kepercayaan diri kami menuju sisa akhir musim ini," sambung Foden.
Akhir Penantian Tiga Tahun
Bagi City, kemenangan di Piala Liga mengakhiri penantian mereka dalam mengalahkan Arsenal. Kali terakhir skuad asuhan Pep Guardiola mampu menekuk tim besutan Mikel Arteta terjadi sejak matchweek ke-33 Premier League 2022-2023.
Makanya, kemenangan pertama setelah tiga tahun itu disambut dengan suka cita oleh pemain City. Salah satunya pencetak dua gol, bek kiri Nico O’Reilly. "Pekan yang menggembirakan karena aku juga baru saja mendapatkan panggilan timnas (Inggris) lagi," tutur jebolan akademi City berusia 21 tahun tersebut di laman resmi klub. O’Reilly sudah punya dua caps pada tahun lalu.
Baca Juga: The Giving Pledge Mulai Retak, Beberapa Miliarder Memilih Mundur
Selebrasi Berlebihan Pep
Pep berlari di tepi lapangan, lalu menendang ad-board yang ada di dekatnya. Seheboh itulah Pep merayakan gelar kelimanya dalam ajang Piala Liga selama duduk di kursi pelatih City. Banyak yang mencibir selebrasi Sang Filsuf —julukan Pep— berlebihan.
Pep punya argumentasi atas hal itu. "Aku ingin mendapat kartu kuning lagi. Aku tahu, itu targetku," candanya dikutip dari Manchester Evening News. "Aku bukan manusia AI, aku hanya manusia biasa. Jika aku tidak merayakan kemenangan ini melawan tim seperti Arsenal, lalu kapan lagi aku merayakannya," jawabnya serius.
Kepa Kembali Apes di Wembley
Tujuh tahun lalu, Kepa Arrizabalaga dianggap biang kerok saat memperkuat Chelsea dalam final Piala Liga melawan City. Chelsea keok 3-4 dalam adu penalti di laga tersebut dan Kepa ikut andil di balik kegagalan itu. Kemarin, Kepa kembali menghadapi City dalam final Piala Liga. Bedanya dia membela sesama klub London, Arsenal. Lagi-lagi Kepa jadi penyebab kekalahan di final karena blunder gol pertama lawan.
Tactician Arsenal Mikel Arteta dikritisi gara-gara keputusan memasang Kepa ketimbang kiper nomor satu, David Raya. "Aku bisa memahami kritikan itu. Tetapi, aku harus adil dan benar. Kepa sudah bermain di semua ajang dan aku pikir dia layak menerima kesempatan (main di final Piala Liga, Red)," beber Arteta di laman resmi klub. (ren/dns/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy