DARI tiga balapan awal di Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat, MotoGP 2026 bergulir ke Eropa. Grand Prix Spanyol di Sirkuit Jerez membuka rangkaian panjang 12 seri di Benua Biru yang berlangsung hingga GP Austria pada September mendatang. Berbeda dengan tiga seri awal, Jerez memiliki karakteristik trek yang sempit dengan dominasi tikungan teknis. Layout tersebut disebut-sebut cukup ideal untuk mengukur keseimbangan motor secara keseluruhan. Karakter tersebut juga membuat Jerez sering dijadikan gambaran awal mayoritas trek di Eropa. Sirkuit seperti Le Mans (GP Prancis), Catalunya (GP Catalunya), hingga Misano (GP San Marino) memiliki tipikal yang tidak jauh berbeda. Karena itu, performa di Jerez sering dijadikan acuan awal untuk membaca peta persaingan menuju seri Eropa.
Aprilia Uji Konsistensi
Hasil di Jerez akhir pekan ini juga akan menjadi tolok ukur penting bagi Aprilia. Jika Marco Bezzecchi dan Jorge Martin kembali tampil dominan seperti pada tiga seri awal, maka peluang pabrikan asal Noale itu bersaing di sepanjang musim Eropa akan semakin terbuka. CEO Aprilia Racing Massimo Rivola juga menyebut persaingan bakal terbentuk di Jerez. "Jika pembalap Aprilia saling bertarung memperebutkan gelar, maka hal itu bagus. Saya akan menyukainya. Tapi, saya rasa bukan hanya mereka. Saya pikir Marc Marquez (Ducati) akan ikut bertarung, bahkan saya percaya kejuaraan akan benar-benar dimulai di Jerez," katanya kepada Motorsport. "Lalu, ada Pedro Acosta (KTM) yang benar-benar luar biasa. Dia adalah salah satu pembalap yang membuat perbedaan," lanjut Rivola.
Baca Juga: Ducati Uji Motor 850 cc di Sirkuit Misano
Ducati Tetap Ancaman
Bezzecchi memang menyapu bersih tiga balapan awal musim ini. Sementara Martin terus menempel dengan dua kali finis runner-up dan satu kemenangan sprint di Austin (GP Amerika Serikat). Namun, Ducati sempat mencuri satu kemenangan sprint lewat Marquez di Goiania (GP Brasil).
Rekam jejak Ducati di Jerez juga cukup apik. Selama lima musim terakhir, mereka selalu meraih kemenangan. Tiga di antaranya melalui Francesco Bagnaia, serta Alex Marquez dan Jack Miller masing-masing satu kemenangan.
Marquez yang telah mengoleksi tiga kemenangan di Jerez bersama Honda juga memburu kemenangan perdana bersama Ducati sekaligus jadi kemenangan pertamanya musim ini. "Jerez adalah sirkuit yang saya sukai secara historis maupun karena dipenuhi banyak fans," ungkap Marquez seperti dikutip dari GPOne. "Memenangkan sprint di sini tahun lalu sangat spesial, sebuah perasaan yang unik. Saya tidak sabar untuk kembali bekerja," imbuh juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut. (ka/dns)
RAPOR LIMA BESAR DI JEREZ
Dari lima pembalap teratas di klasemen sementara MotoGP saat ini, tidak ada satu pun yang pernah memenangi Grand Prix Spanyol di Sirkuit Jerez dalam lima musim terakhir. Catatan terbaik diraih Marc Marquez yang finis runner-up pada 2024. (ka/dns)
Keterangan: * A: Absen karena cedera, X: Masih di kasta kedua (Moto2 atau Moto3), Ret: Retired
Editor : Pratama Karamoy