JAGOSATU.COM - Dia kini dujuluki Raja. Oleh Presiden Korea Selatan, Kim Sang-sik, pelatih timnas sepakbola Vietnam dianggap sebagai pahlawan yang sangatr berjasa mengangkat derajat persepakbolaan negara tersebut. Dalam kurun sekira dua tahun beberapa bulan, pelatih 50 tahun ini sudah mempersemabhkan 4 tropi buat timnas Vietnam.
Tadi malam penerus Park Hang-seo itu menuntaskan tugasnya di final Piala AFF 2026. Cukup main imbang 2-2, The Golden Star Warriors sudah sah mempertahankan gelar Raja Asean yang juga mereka rebut dua tahun lalu.
Tidak heran jika rakyat Vietnam sangat menyanjung Kim Sang-sik. Hasil kemenangan 0-2 di leg 1 di Stadion Rajamanggala, Bangkok, kandang Thailand, memberi gambaran bahwa pada Leg 2 di kandangs sendiri di Hanoi, Nguyen Quang Hai Cs tak terlalu ngotot mengejear kemenangan atas Thailand. Hasil imbang itu bahkan membuat selisih gol masih minus 2.
Menang 2-0 leg pertama di Bangkok, lalu imbang 2-2 di My Dinh National Stadium, Hanoi, Rabu (26/8) malam. Vietnam unggul agregat 4-2. Pun sukses mempertahankan gelar yang direbut dua tahun lalu.
Inilah tropi keempat di lemari PSSI-nya Vietnam yang bisa dipersemabahkan sang pelatih asal Korsel itu bagi publik Vietkong. Dia hanya butuh waktu 2 tahun 4 tropi. Masing-masing Piala AFF 2024, Piala AFF U-23 2025, SEA Games 2025 dan Piala AFF 2026.
Presiden Korea Lee Jae-myung, yang mengunjungi Vietnam beberapa bulan lalu tampak bangga pelatih asal negaranya bisa membuat sepakbola Vietnam kian maju.
"Sepakbola di Vietnam adalah olahraganya para raja. Sedangkan pelatih Kim Sang-sik adalah raja dari olahraga ini. Saya telah menjadi 'raja' seperti yang dikatakan presiden." Begitu kalimat yang dilontarkan Kim Sang-sik, dikutip Thanh Nien.
Namun eks pelatih Hyundai Motors itu tak mau terlena dengan sebutan raja. Ia hanya ingin menikmati kemenangan mereka dalam waktu sehari saja. Setelahnya ia berjanji akan lebih keras memajukan sepakbola Vietnam.
Samai Jumlah Gelar Singapura
Sukses mempertahankan gelarnya, Vietnam kini juga mengoleksi empat titel di Piala AFF menyamai Singapura, sama-sama menempati posisi dua tim dengan gelar terbanyak.
Thailand, meski kalah, belum tergoyahkan dari singgasana Asia Tenggara. Mereka punya tujuh gelar juara dari 12 penampilan di final.
Satu tim lain yang juga pernah juara adalah Malaysia. Mereka menjadi kampiun pada edisi 2010 silam.
Indonesia menjadi satu-satunya tim yang pernah ke final dan belum mengangkat trofi. Garuda Merah-Putih bahkan sudah enam kali mencapai laga puncak tapi selalu kandas. Tahun ini Thom Haye dkk bahkan tidak lolos babak grup. Lebih menyesakkan lagi, dikalahkan Vietnam di Pakansari dengan skor telak 0-3 dan ditahan imbang SIngapura 1-1 di Stadium Jalan Besar.
Singapura menjadi satu-satunya yang punya catatan sempurna di final. The Lions empat kali menjejak final dan selalu keluar sebagai juara.
Timnas Indonesia yang kini dilatih John Herdman, sejatinya mematok juara di turnamen ini. Namun, Rizky Ridho dkk hanya bisa menang lawan Kamboja dan Tomir Leste. Keok lawan Vietnam dan imbang kontra Singapura membuat tim merah putih memperpanjang masa puasa gelar di level Piala AFF.
Daftar Juara Piala AFF
Thailand: 7 kali juara (1996, 2000, 2002, 2014, 2016, 2020, 2022)
Vietnam: 4 kali juara (2008, 2018, 2024, 2026)
Singapura: 4 kali juara (1998, 2004, 2006, 2012)
Malaysia: 1 kali juara (2010)
Indonesia: 6 Kali Runner Up.(jun/raw/yna/dpa)
Editor : Hairil Paputungan