Jangan Merasa di Atas Angin, Indonesia Patut Waspada, Singapura Punya Motivasi Ganda

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 10:32 WIB
KAPTEN DIKS: Kevin Diks Marasabessy akan menjadi pemimpin timnas Indonesia di FIFA ASEAN CUP 2026. Nanti malam Garuda akan menghadapi Singapura di SUGBK. Grup A juga memainkan Malaysia vs Bangladesh di Stadion si Jalak Hareupat, Bandung sore pukul 17.00 WITA. (foto:ist) .
KAPTEN DIKS: Kevin Diks Marasabessy akan menjadi pemimpin timnas Indonesia di FIFA ASEAN CUP 2026. Nanti malam Garuda akan menghadapi Singapura di SUGBK. Grup A juga memainkan Malaysia vs Bangladesh di Stadion si Jalak Harupat, Bandung sore pukul 17.00 WITA. (foto:ist) .

JAGOSATU.COM - Skuad Garuda Merah Putih akan berjibaku di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 Jumat (25/9) nanti malam. Duel lawan Singapura akan jadi pembuka asa Kevin Diks dkk untuk merengkuh tropi yang sudah 35 tahun tak pernah dirasakan timnas senior. Kick Off pukul 21.00 WITA akan terasa seperti gong. Yang menggema seantero negeri. Hingga ke pelosok, semua menanti kiprah pasukan John Herdman pada turnamen resmi hajatan federasi sepakbola dunia, FIFA.

Logo FIFA ASEAN CUP 2026. (foto:ist)
Logo FIFA ASEAN CUP 2026. (foto:ist)

Hasil mengecewakan di turnamen sesama negara ASEAN, bertitel Piala AFF Agustus silam masih menyisakan duka. Butuh kemenangan untuk lolos ke semifinal, Rizky Ridho dkk malah ditahan imbang 1-1 oleh Singapura di Stadion Jalan Besar, kandang lawan. 

Lawan yang sama akan dihadapi nanti malam. Namun di ajang juga selevel ASEAN namun berlabel beda. Kini pasukan Garuda nyaris komplit. Sebab, pemain abroad Eropa turut bergabung. Minus Jay Idzes yang sedang cedera, asa publik melambung tinggi ketika turnamen di level ASEAN kini dilabeli izin FIFA.

Maka tidak heran bila harapan publik bola nasional melambung tinggi; saatnya juara!

Namun, jalan itu tidaklah mulus. Selain Singapura, ada Malaysia dan Bangladesh siap menyetop ambisi Indonesia di Grup A.  

Ujian awal yang tidak mudah mengingat tim serupa yang sebulan silam menghentikan langkah Garuda ke semifinal Piala AFF.

 

Kondisi psikologis ikut berperan. Dengan skuad nyaris komplit seperti tampil di Kualifikasi Piala Dunia, banyak ekspektasi muncul bahwa tak ada alasan lagi imbang apalagi kalah lawan The Lions. Bahkan di Grup sebelah, ada Vietnam, Thalland yang jadi penjegal timnas Indonesia meraih sukses dalam dua decade tyerakhir, harusnya bisa ditekuk.

Walau dilabeli sebagai skuad mewah, akan ada ujian bagi Herdman. Akankah ia mampu meracik keunggulan materi timnya menundukkan kawasan Asean?

Jika masih gagal di Piala AFF, sebagian publik masih bisa toleran. Sebab, pemain abroad klub Eropa tak bisa turut dalam tim.

Hal paling krusial dalam lagan anti malam adalah tak boleh meremehkan lawan.

Kevins Diks mengingatkan kawan-kawannya termasuk dirinya sendiri bahwa mereka harus fokus sepanjang laga, tak peduli siapapun lawannya. ‘’Jika bisa memberi 1000 persen, maka itu lebih baik. Ini peluang kita dan jangan pernah melihat sudah berhasil sebelum bertanding. Mari kita buktikan di lapangan. Kita hanya butuh fokus agar semua potensi bisa keluar guna memenangkan setiap game,’’ tegas pemain 29 tahun yang ditunjuk sebagai kapten timnas menggantikan peran Jay Idzes.

 

Skuad Garuda tak boleh meremehkan The Lions karena dua alasan.

Di Piala AFF 2026, Singapura sudah membuktikan diri bisa menjadi batu sandungan untuk Indonesia. Tim asuhan Gavin Lee menahan Indonesia 1-1 di Stadion Jalan Besar.

Sementara melawan Vietnam, Singapura bisa menahan imbang 0-0 saat bermain di Stadion My Dinh. Thailand juga berhasil ditaklukkan oleh Singapura dalam pertandingan leg II semifinal. Singapura menang 2-1 atas Thailand di Stadion Rajamangala.

 

Tapi, menurunkan skuad terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026, pemain-pemain kali ini berbeda dengan yang bermain di Piala AFF 2026.

 

Dengan Kevin Diks cs, wajar kalau ada harapan tinggi agar Indonesia bisa menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Soal lawan terberat Indonesia di FIFA ASEAN Cup, John Herdman memberikan pandangan.

 

"Saya pikir lawan terberat kami di turnamen ini adalah diri kami sendiri. Tim kami sendiri, mentalitas kami, standar kami sendiri," kata Herdman dalam sesi konferensi pers FIFA ASEAN Cup di Jakarta.

 

"Saya pikir kami mempunyai tim yang kuat dan kalau kami menjaga standar yang sudah kami tentukan sendiri dan bermain dengan semangat yang mencerminkan bangsa kita, dan dengan optimisme dan keyakinan bahwa kami mampu, lantas tak ada lawan yang seharusnya kita takuti."

"Ada lawan kuat di turnamen ini. Vietnam yang sangat terorganisir. Mereka disiplin. Mereka berpengalaman dan Malaysia, Thailand akan membawa pemain naturalisasi mereka yang berkualitas. Tapi buat kita, ini mengenai melawan diri sendiri lebih dulu," kata dia menambahkan.(cas/aff/dts/dbs)

Editor : Hairil Paputungan
FIFA ASENA CUP 2026