JAGOSATU.COM - Tijjani Reijnders blak-blakan mengaku alasan pindah ke Al Qadsiah, Liga Arab Saudi, setelah semusim membela Manchester City. Tanpa tedeng aling-aling, kakak kandung Eliano Reijnders itu mengakui kepindahannya memang termotivasi duit gede.
Gelandang serang timnas Belanda berdarah Indonesia, itu ditebus seharga 60 juta euro dari City, dan menerima gaji lebih dari 100 juta euro (Rp 2,04 triliun) selama lima tahun di negeri Petro Dolar.
"Jujur, ada peran uang. Kelak jika karier sepakbolaku berakhir, aku enggan kerja lagi," kata eks AC Milan berusia 28 tahun ini dikutip Voetbalzone.
Tijjani tidak khawatir berkarir di level sepakbola Asia. Baginya, di manapun klub peminat, asal mampu menjaga performa, tempat di timnas Belanda tetap tersedia.
Dini hari tadi, Tijjani turut berperan membawa timnas Belanda menahan imbang 1-1 timnas Jerman di ajang UEFA Nations League A Grup 2.
Berstatus pesepakbola dengan gaji fantastis di dunia, Tijjani dikenal memiliki mentalitas pemenang. Ia memang sangat disiplin menjaga kebugaran dan performa.
Reijnder sangat peka dengan kondisi tubuhnya. Ia tahu kapan harus istirahat, kapan memberi asupan nutrisi ekstra, dan seberapa keras ia menempa diri dalam latihan.
Tidur cukup sangat penting bagi atlet sepakbola, seperti Reijnders, karena menjadi penentu utama dalam pemulihan fisik, ketajaman mental, dan pencegahan cedera di lapangan.
Laman AZ Alkmaar, menulis Reijnders sempat menggunakan cincin pintar (smart ring) tersembunyi di jari untuk memantau kesehatan, kebugaran, dan kualitas tidur secara terus-menerus.
"Saat Anda tidur kurang dari delapan jam semalam, itu risiko cedera meningkat hingga empat puluh persen, apalagi bagi seorang atlet professional dengan intensitas latihan berat seperti Tijjani," kata pakar tidur Floris Wouterson.
Tijjani memiliki adik kandung Eliano Reijnders yang memilih menjadi WNI. Sekarang, Eliano memperkuat Persib Bandung, pindah dari FC Zwolle di musim panas 2025. Eliano memboyong keluarganya di Bandung dan berniat memiliki rumah di Kota Kembang.
Tijjani dan Eliano punya ibu kelahiran Jakarta, Angelna Syane Lekatompessy. Sang ibu berdarah Maluku dan kini sudah menetap di Belanda.
Baik Tijjani maupun Eliano berharap suatu hari nanti timnas Belanda akan bertanding lawan timnas Indonesia dan keduanya akan saling berhadapan membela negara masing-masing.
Menurut Ketua Umum PSSI Erick Thohir, KNVB dan PSSI sudah menyepakati laga uji coba di jeda internasional agenda FIFA tapi belum bisa memastikan bulan dan tahunnya. Sebab, timnas Belanda setiap jeda internasional langsung dihadapkan dengan jadwal UEFA Nations League. Sedangkan timnas Indonesia memiliki agenda FIFA ASEAN CUP pada September dan Oktober iini, begitu pun Januari 2027 sudah akan masuk ke Piala Asia di Arab Saudi.
Hanya saja di FIFA ASEAN CUP, Eliano tidak masuk daftar 23 pemain yang dipanggil John Herdman. Pemain yang berposisi bek dan gelandang sayap itu absen dalam skuad merah putih. ‘’Saya ingin bertemu adik saya di lapangan sebagai lawan. Saya berharap timnas Belanda dan timnas Indnesia bisa berjumpa di laga Uji Coba FIFA,’’ tutur Tijjani saat melepas sang adik membela timnas Indonesia.(dts/opr/dbs)
Editor : Hairil Paputungan