JAGOSATU.COM - Hanya disaksikan 38.702 penonton, kursi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) nampak bolong-bolong. Kapasitas stadion kebanggaan Indonesia itu sejatinya bisa menampung 72 ribu penonton.
Ini pertanda laga Indonesia vs Singapura di ajang FIFA Asean Cup 2026 yang dilangsungkan Jumat (25/9) malam belum menjadi magnet kuat supporter merah putih kembali membanjiri SUGBK. Rekor penonton 70.059 saat meladeni timnas Australia 10 September 2024 di Kualifikasi Piala Dunia 2026 masih yang terbanyak.
John Herdman butuh waktu untuk meyakinan penonton kembali berbondong-bondong ke stadion saat skuad Garuda meladeni tim tamu.
Meski menang 2-0, antusias sebagian besar warga Indonesia penyuka bola juga minim. Sindiran netizen di media sosial juga tajam.
Mereka menilai, tim komplit yang tampil tadi malam, nyaris serupa dengan kualitas tim Piala AFF yang ditahan imbang Singapura 1-1 di Stadion Jalan Besar, Agustus silam.
Problemnya masih sama, finishing touch. Minus Jay Idzes, Milliano Jonathan, Marselino Ferdinan, Mees Hilgers, skuad yang dikapteni Kevin Diks memang mampu menekan Singapura sepanjang laga.
Penyelesaian akhir yang buruk membuat sejumlah peluang menjadi sia-sia.
Trio Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Luke Vickery yang menopang ujung tombak Mtichel Baker memang menjanjikan. Terbukti gol pembuka Garuda adalah hasil corssing mendatar Luke yang disambar sempurna Ragnar hingga menjebol gawang Singapura menit ke-15. Setelahnya, ujung tombak jangkung Mitceh Baker (196 cm) kurang mendapat suplay bola udara. Jika pun ada, sudah lebih dulu diantisipasi bek-bek The Lions yang memang juga punya postur di atas 185 hingga 190 cm.
Gol kedua Indonesia justru datang dari titik penalti. Berawal dijatuhkannya Baker oleh Safuwan Baharudin, lalu dieksekusi Ole Romeny menit ke-74.
Safuwan yang diusir wasit akibat melanggar Baker yang sudah siap menembak ke gawang, membuat anak asuh Gavin Lee hanya bermain 10 orang. Minus satu pemain tidak berpengaruh apa-apa. Malah Singapura berani keluar menyerang di 15 menit akhir babak kedua. Walau tak ada yang membahayakan gawang Maarten Paes, tapi trio Kevin Diks, Elkan Baggot dan Justin Hubner harus mengandalkan kelebihan postur menghalau serbuan lawan.
Secara umum penampilan skuad merah putih tadi malam masih jauh dari harapan.
Akibatnya, skor 2-0 hanya membawa Indonesia menghuni peringkat kedua Grup A. Sebeb, laga sebelumnya, Malaysia mengganyang Bangladesh dengan tiga gol tanpa balas. Harimau Malaya kini bertengger di puncak klasemen karena unggul selisih gol dari Indonesia.
Mau tidak mau pada laga kedua Senin (28/9) pekan depan, John Herdman dituntut meraih kemenangan atas Malaysia, berapapun skornya. Sebab, hanya dengan kemenangan kelak Indonesia tidak akan bergantung hasil pertandingan lain. Jika menang atas Malaysia, maka pada laga penutup lawan Bangladesh, juga dituntut kemenangan mutlak. Sehingga juara grup menjadi milik Ole Romeny dkk, tanpa peduli berapapun hasil laga lainnya.
Turnamen ini hanya diikuti 8 tim yang terbagi 2 grup. Grup A, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Bangladesh berlaga di Jakarta dengan SUGBK sebagai venue. Sedangkan Grup B bertarung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Jawa Barat. Grup ini dihuni Thailand, Vietnam Filipina dan Pakistan.
Grup ini baru akan memainkan pertandingan Sabtu (26/9) hari ini. Dimulai Pukul 10.00 WITA antara Pakistan vs Thailand dan Pukul 13.30 WITA, Vietnam vs Filipina.
Yang keluar sebagai juara grup langsung bertemu di final perebutan juara satu. Sedangkan runner up masing-masing grup bertanding merebut peringkat ketiga.
Pengaruh Absennya Idzes Terasa
Sementara itu, aura ketiadaan kapten utama timnas Jay Idzes ternyata berpengaruh pada performa tim merah putih. Il Capitano yang terpaksa absen akibat cedera saat memperkuat klubnya Sassuolo melawan Juventus di Seria Liga Italia, cukup terasa di lapangan. Kevin Diks yang ditunjuk menjadi suksesor Bang Jay memang tampil ciamik. Bek Borrussia Gladback itu mampu menggalang dua tembok Justin Hubner dan Elkan Baggot sebagai palang pintu kokoh garuda. Namun, mereka belum terlalu teruji karena serangan Singapura tidak menggigit.
Dari bench, pelatih John Herdman pun tidak nampak melakukan rotasi berarti. Babak kedua yang semestinya bisa menambah pundi-pundi gol berlalu tanpa sengatan mematikan. Meski terus menebar ancaman di petak 16 lawan, hanya satu gol tercipta, itu pun dari 12 pas.
‘’Ada ngaruhnya juga Indonesia tampil tanpa Bang Jay. Kevin bagus sebagai kapten, tapi dia kurang cerewet. Jay memiliki kharisma tersendiri. Baik buat suasana tim di lapangan, kamar ganti dan latihan. Pun respek lawan padanya juga tinggi. Tanpa Idzes tetap pengaruh di penampilan timnas,’’ tulis para netizen di media sosial.
‘’Jika ingin aman untuk merebut juara grup, maka lawan Malaysia penentuannya dan harus menang. Jika sampai seri, apalagi kalah, peluang juara grup bisa bergantung pertandingan Singapura vs Malaysia di akhir turnamen. Ini situasi yang tak boleh terjadi. Hanya satu cara, ganyang Malaysia!’’ tambah ribuan netizen dari pelosok tanah air.
Ada nada kekhawatiran jika melihat penampilan timnas tadi malam, merujuk jumlah gol. Lepas dari Bangladesh adalah tim terlemah di grup A, tapi modal Malaysia lumayan positif meladeni Indonesia hari Senin nanti. Tiga gol berbanding dua gol Indonesia pasti memotivasi tim negeri jiran untuk mengalahkan Garuda di depan pendukung tuan rumah.
Diambah persaingan panjang antar dua negara di cabang sepakbola, pastilah laga kontra Malaysia akan berlangsung dengan tensi tinggi.
‘’Skuad mewah Merah Putih nampak biasa saja. Tidak seperti dalam bayangan kami. Bahwa jika abroad Eropa kumpul semua, kekuatan Indonesia berlipat ganda. Nyatanya lawan Singapura yang nyaris tanpa serangan berbahaya tetap loyo di kotak 16. Permainan satu dua sentuhan sih nampak, tapi tidak seperti ketika ikut Kualifikasi Piala Dunia. Meski sudah ada tandem baru, Luke Vickery, trio Ole, Ragnar dan Marselino masih lebih ganas. Apalagi jika ada Milliano Jonathan. Sayang mereka absen dengan berbagai kendala. Tapi jujur, kangen dengan gaya main seperti di Kualifikasi Piala Dunia. Bikin kita jadi gila ke stadion dan nonton berdebar-debar di rumah,’’ tutur sejumlah penonton yang baru keluar dari SUGBK dengan wajah kurang puas.
Timnas Indonesia ditargetkan menjadi juara di turnamen antar Asean Plus besutan resmi FIFA ini. Namun, melihat laga perdana lawan Singapura, banyak yang meragukan Herdman hisa menghapus dahaga gelar timnas senior di level Asean setelah medali emas Sea Games 1991 silam. Waktu itu tim sepakbola Sea Games masih diwakili timnas senior. Indonesia memang juara lagi di Sea Games Kamboja 2023 lalu. Tapi diwakili oleh timnas U-23.(ril)
Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Grup A
Skuad Garuda untuk sementara berada di bawah Malaysia yang menghajar Bangladesh 3-0. Indonesia hanya menang 2-0 lawan Singapura dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (25/9). Ragnar Oratmangoen membuka keunggulan di menit ke-15 sebelum penalti Ole Romeny di menit ke-74 mengunci tiga poin untuk tim asuhan John Herdman.
Singapura di urutan ketiga dengan nol poin, diikuti Bangladesh yang menjadi juru kunci. Keempat tim masih memiliki peluang yang sama untuk melangkah ke final.
Indonesia akan kembali bertanding di SUGBK pada Senin (28/9) untuk menghadapi Malaysia pukul 20.30 WITA. Sementara Singapura akan berjumpa Bangladesh di tempat yang sama pukul 17.00 WITA.
Klasemen sementara Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026:
Posisi Negara Main M S K SG Poin
1. Malaysia 1 1 0 0 3-0 3
2. Indonesia 1 1 0 0 2-0 3
3. Singapura 1 0 0 1 0-2 0
4. Bangladesh 1 0 0 1 0-3 0
Jadwal Pertandingan Grup B di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung
Sabtu 26 September 2026
Pukul 10.00 WITA: Pakistan vs Thailand
Pukul 13.30 WITA: Vietnam vs Filipina
Grup B: Thailand, Vietnam, Filipina, Pakistan
Editor : Hairil Paputungan