Herdman Enggan Pusingkan Sejarah Buruk Indonesia vs Thailand, Kondisi Ole Diragukan

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 16:32 WIB
TAKTIK BRITANIA: John Herdman (kiri) dan Anthony Hudson, dua pelatih asal Inggris yang akan adu taktik di SUGBK nanti malam.
TAKTIK BRITANIA: John Herdman (kiri) dan Anthony Hudson, dua pelatih asal Inggris yang akan adu taktik di SUGBK nanti malam.

JAGOSATU.COM - Secara mental block, timnas Indonesia saat ini tidak masuk dalam kategori mental block . Sebab, mayoritas skuad yang berisi 90 persen pemain keturunan belum pernah berhadapan dengan Thailand di ajang apapun. Artinya, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Ole Romeny dan lainnya tidak punya beban atas laga final nanti. Generasi yang mengalami mental block terakhir adalah pada final Piala AFF 2021. Hanya Rizky Ridho yang turut merasakan itu.

Itulah sebabnya, pelatih Indonesia John Herdman yang baru tahu sejarah kelam timnya saat menghadapi Thailand di laga final, tak memusingkan rekor buruk itu.  Ia tetap yakin dengan kemampuan timnya. Apalagi para pemain sekarang tidak terlibat dalam perseteruan masa lalu.

Ini merupakan final kelima kedua tim di turnamen regional. Sebelumnya, kedua tim sudah saling berhadapan di partai puncak Piala AFF sebanyak empat kali pada edisi 2000, 2002, 2016, dan 2020.

Dalam empat final Piala AFF itu, Indonesia selalu tumbang. Namun Herdman yakin anak asuhnya bisa mengubah keadaan meski dibayangi rekor buruk.

"Saya mempelajari sejarah pertandingan kedua tim. Saya pikir Thailand telah memenangkan cukup banyak pertandingan melawan Indonesia. Jadi, saya yakin mereka akan percaya diri. Mereka memiliki sejarah mengalahkan Indonesia," kata Herdman kepada media, Minggu (4/10).

"Bagi kami, ini merupakan langkah penting. Para pemain harus memastikan bahwa mereka mampu mengambil langkah untuk membalikkan tren tersebut. Kemudian jika melihat kualitasnya, Thailand sudah terbiasa bermain dalam kondisi seperti ini. Mereka memahami bagaimana bermain sepak bola di ASEAN," ujarnya menambahkan.

Pelatih asal Inggris itu melanjutkan, Indonesia punya kualitas untuk memperbaiki catatan buruk. Kombinasi para pemain yang berkiprah di Eropa akan menjadi kekuatan timnya.

Bukan cuma unggul kualitas asal kompetisi, kemampuan individu para pemain abroad juga bisa menjadi pembeda. Misalnya postur tubuh tinggi para pemain Garuda bisa menjadi senjata andalan untuk menaklukkan Thailand.

‘’Seperti yang saya katakan, mereka adalah tim yang berpengalaman. Mereka memiliki jumlah penampilan internasional yang lebih banyak daripada kami. Di banyak posisi, kami memiliki pemain dengan postur yang lebih tinggi. Mereka memiliki rata-rata usia yang lebih tua, sedangkan kami lebih muda," tutur John Herdman.

"Mereka juga lebih segar karena mampu melakukan rotasi pemain dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya. Secara kualitas individu, kami memiliki lebih banyak pemain yang bermain di liga-liga yang lebih tinggi, sehingga kami memiliki keunggulan secara kualitas," ucapnya.

Satu hal yang gaka menggangu persiapan timnas menghadapi final nanti malam adalah kebugaran Ole Romeny. Penyerang yang menyumbang empat assist lawan Bangladesh itu tampak latihan terpisah pada sesi latihan terakhir Minggu (4/10) kemarin. Herdman belum bisa memastikan apakah striker Fortuna Sittard itu bisa diturunkan di laga final atau tidak. ‘’Kami harus menunggu rekomendasi dari tim medis soal kondisi Ole. Tetapi, jika dia tidak bisa dipaksakan main, maka ada opsi yang sudah kami siapkan nanti. Pokoknya semua potensi dikerahkan guna meraih tropi perdana. Ini laga krusial kami semua dan seluruh rakyat Indonesia. Kami berharap seluruh kursi stadion terisi penuh. Karena itu akan membantu kami meraih tropi FIAF Asean Cup. Dukungan langsung supporter akan sangat berarti dalam perjuangan ini,’’ ucap pria asal Inggris yang akan beradu taktik dengan rekan senegaranya, Anthony Hudson, pelatiih Thailand.(mro/adp/dts)

Editor : Hairil Paputungan
FINAL FIFA ASEAN CUP 2026