Jagosatu.com – Pertandingan perdana La Liga 2025/2026 antara Real Mallorca dan Barcelona benar-benar jadi sorotan publik.
Barcelona sukses menang telak 3-0 atas Mallorca di kandangnya sendiri, Stadion Son Moix, Sabtu dini hari waktu Indonesia.
Raphinha membuka keunggulan Barcelona dengan cepat di menit ke-7 lewat umpan silang cerdas dari Lamine Yamal.
Namun bukan hasil akhir yang jadi bahan pembicaraan, melainkan ekspresi marah Hansi Flick di akhir pertandingan.
Pelatih asal Jerman itu terlihat murung dan kecewa meski timnya menang besar di laga pembuka musim.
Dalam konferensi pers usai laga, Flick mengatakan kalau performa timnya hanya di level 50-60 persen saja.
Menurut The Guardian, Flick menyebut para pemainnya kurang tajam dan bermain tidak sesuai ekspektasi.
Padahal, Barcelona unggul jumlah pemain sejak babak pertama karena dua kartu merah untuk pemain Mallorca.
Manu Morlanes dikeluarkan dari lapangan setelah mendapat kartu kuning kedua di menit ke-31.
Tak lama setelah itu, Vedat Muriqi juga diusir wasit karena pelanggaran keras yang dikonfirmasi lewat VAR.
Mallorca harus bermain dengan sembilan pemain sejak menit ke-39 dan itu jelas memberi keuntungan besar untuk Barcelona.
Ferran Torres mencetak gol kedua Barcelona meski sempat memicu kontroversi karena pemain Mallorca sedang cedera kepala.
Dilansir dari Cadena SER, pelatih Mallorca Jagoba Arrasate marah besar karena wasit tak menghentikan permainan.
Lamine Yamal menutup pesta gol lewat tendangan jarak jauh di injury time yang membuat publik terpukau.
Meski begitu, Flick tetap mengkritik kinerja para pemain yang menurutnya tampil kurang serius dan tidak agresif.
Ia juga menyebut pemain-pemain senior kurang memberi contoh dalam penguasaan bola dan pengambilan keputusan.
Beberapa media Spanyol menyebutkan suasana ruang ganti Barca tidak terlalu bahagia usai kemenangan itu.
Menurut ESPN, Flick bahkan langsung berbicara empat mata dengan dua pemain senior di ruang ganti.
Debut Marcus Rashford juga tak luput dari perhatian meski ia hanya tampil di babak kedua dan belum banyak kontribusi.
Rashford jadi pemain Inggris pertama sejak Gary Lineker yang bermain untuk Barcelona di ajang La Liga.
Flick tampaknya ingin menanamkan mental juara yang lebih tinggi dengan tidak cepat puas atas hasil kemenangan.
Kemenangan memang penting, tapi bagi pelatih seperti Flick, cara bermain jauh lebih penting untuk masa depan tim. (KT)
Editor : ALengkong