Pertarungan Raksasa: Amazon Vs Perplexity – Siapa Pemenang Agentic Browsing?

ALengkong • Dipublikasikan Rabu, 5 November 2025 | 17:17 WIB

Pertarungan panas antara Amazon dan Perplexity memicu babak baru dalam dunia AI belanja otomatis
Pertarungan panas antara Amazon dan Perplexity memicu babak baru dalam dunia AI belanja otomatis

Jagosatu.com - Dunia teknologi sedang diguncang oleh pertarungan besar antara Amazon dan startup AI Perplexity.

Amazon baru saja mengirimkan surat peringatan hukum atau cease-and-desist kepada Perplexity atas fitur canggihnya yang disebut agentic browsing.

Fitur ini memungkinkan AI bernama Comet melakukan aktivitas belanja secara otomatis atas nama pengguna.

Dengan Comet, pengguna cukup memberikan perintah seperti “beli headset terbaik di Amazon,” dan AI langsung mencarikan serta melakukan proses pembelian.

Namun menurut TechCrunch, Amazon menuduh bahwa Comet melanggar aturan layanan mereka dengan “menyamar” sebagai pengguna manusia di situs Amazon.

Amazon beralasan, tindakan otomatis seperti ini bisa mengganggu pengalaman belanja pelanggan sungguhan.

Dilansir dari Reuters, Amazon menegaskan bahwa semua aplikasi pihak ketiga harus mematuhi kebijakan dan tidak boleh melakukan pembelian tanpa izin resmi.

Baca Juga: Ditenagai Galaxy AI, Browser Samsung untuk Windows Resmi Dirilis!

Sebaliknya, Perplexity membela diri dengan menyebut bahwa Comet tidak melanggar aturan karena hanya bertindak atas perintah pengguna manusia.

Dalam blog resminya berjudul “Bullying is Not Innovation,” Perplexity menyebut Amazon bersikap terlalu agresif dan menolak inovasi AI.

Mereka menegaskan bahwa data dan kredensial pengguna disimpan secara aman di perangkat pribadi, bukan di server mereka.

Menurut Channel News Asia, Perplexity menilai langkah Amazon ini menunjukkan ketakutan terhadap kompetisi di dunia belanja berbasis AI.

Amazon sendiri diketahui sedang mengembangkan teknologi serupa bernama “Buy For Me” dan asisten AI “Rufus”.

Kehadiran Comet membuat Amazon merasa terancam karena AI ini bisa memotong jalur belanja langsung tanpa melewati sistem Amazon secara resmi.

Pakar teknologi menilai konflik ini bukan sekadar soal aturan, tapi tentang siapa yang berhak mengontrol agen AI di dunia maya.

Agentic AI adalah sistem kecerdasan buatan yang bisa bertindak sendiri untuk mencapai tujuan tertentu, seperti belanja, pesan tiket, atau mencari informasi.

Konsep ini menarik sekaligus menimbulkan dilema hukum baru, karena batas antara manusia dan “agen digital” semakin kabur.

Dilansir dari Silicon Republic, para ahli memperingatkan bahwa tanpa aturan jelas, agen AI bisa disalahgunakan atau menyebabkan kerugian konsumen.

Banyak yang menilai, konflik Amazon dan Perplexity ini akan menjadi “ujian hukum pertama” untuk dunia agentic AI.

Apakah agen AI punya hak seperti pengguna manusia, atau tetap harus tunduk pada kebijakan platform besar seperti Amazon?

Waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: pertarungan antara raksasa teknologi dan inovator AI baru saja dimulai. (KT)

Editor : ALengkong
Sumber : Reuters, Silicon Republic, TechCrunch, Channel News Asia, PYMNTS
Amazon AgenticBrowsing ArtificialIntelligence PerplexityAI Teknologi Startup