Hacker Zaman Now: Nggak Cuma Curi Data, Truk Kargo Pun Diangkut!

Toar Rotulung • Dipublikasikan Senin, 10 November 2025 | 01:00 WIB
Tampak Diagram Alur Penyerangan Perusahaan Logistik oleh Peretas
Tampak Diagram Alur Penyerangan Perusahaan Logistik oleh Peretas

JagoSatu.com - Waspada, guys! Hacker kini nggak cuma incar data, tapi juga barang fisik. Mereka menargetkan perusahaan truk dan pengiriman untuk mencuri kargo. Transformasi digital malah bikin aksi mereka jadi lebih gampang.

Modusnya gila. Mereka pakai serangan siber canggih buat dapat akses, lalu ambil alih pengiriman kargo beneran buat dicolong dan dijual online. Ini perpaduan unik antara hacking dan maling fisik.

Dilaporkan oleh Proofpoint US, kerugian tahunan dari pencurian kargo ini mencapai $34 miliar! Barang yang dicuri beragam, dari minuman energi sampai elektronik mahal. Pokoknya, selama ada cuan, hacker pasti cari cara.

Alur serangannya dimulai dengan menyusupkan software RMM (Remote Monitoring and Management). Padahal, software ini harusnya buat tim IT. Tren menyalahgunakan software legal ini benar-benar bikin khawatir, guys.

Menurut pantauan Proofpoint, target utama mereka adalah perusahaan truk dan broker logistik untuk membajak barang. Ini jelas kolaborasi antara geng kriminal dengan hacker jago buat melancarkan aksi maling canggih ini.

Dilaporkan oleh Proofpoint US, modus ini mirip dengan serangan sebelumnya, tapi mereka belum bisa menunjuk kelompok hacker spesifik. Sepertinya, makin banyak geng yang sadar betapa menguntungkannya pencurian model begini.

Maling kargo via siber ini jadi makin umum, karena mengandalkan social engineering dan info orang dalam. Gampangnya nge-hack plus info dari dalam jadi kombinasi super bahaya buat rantai pasokan.

Inti serangannya simpel: bobol akun broker di platform lelang muatan, posting orderan palsu, lalu infeksi siapa saja yang merespons. Mereka memanfaatkan kepercayaan dan kecepatan dalam proses negosiasi pengiriman.

Menurut laporan Proofpoint US, para hacker ini sudah beraksi setidaknya sejak Juni 2025. Mereka memakai alat RMM legal seperti ScreenConnect dan SimpleHelp agar tidak terdeteksi oleh sistem keamanan.

Setelah berhasil masuk, mereka pakai software pencuri password seperti WebBrowserPassView untuk menggali akses lebih dalam. Mereka sabar, ibaratnya curi kuncinya dulu sebelum benar-benar menggasak truknya.

Penggunaan software RMM ini ampuh buat menghindari deteksi. Karena ini aplikasi resmi yang punya sertifikat digital, banyak antivirus atau sistem keamanan jaringan yang terkecoh dan nggak menganggapnya sebagai ancaman.

Dikutip dari Proofpoint US, kelompok ini memakai berbagai cara: lewat platform muatan yang sudah dibobol, membajak percakapan email, hingga mengirim email phishing. Mereka sangat oportunis dan memanfaatkan celah sekecil apapun.

Isi emailnya biasanya berupa link berbahaya yang mengarah ke file .exe atau MSI. Sekali diklik, software RMM ter-install dan hacker dapat kendali penuh. Aturan 'jangan klik .exe' jadi susah diterapkan.

Para hacker ini nggak pandang bulu. Mereka nggak incar perusahaan spesifik, tapi siapa saja yang terpancing umpan postingan palsu mereka. Pokoknya, kalau bisnismu di sektor logistik, kamu adalah target.

Diperkirakan kerugian akan naik 22 persen di 2025. Perusahaan harus lebih ketat soal instalasi software RMM dan melatih karyawan. Ancaman ini nyata, gimana menurut kalian cara terbaik melawannya? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
Sumber : Proofpoint US
INCAR Gampang Transformasi Digital menargetkan WASPADA kargo aksi pengiriman Data fisik mencuri Truk Barang Hacker perusahaan