JagoSatu.com - Waymo resmi nurunin armada robotaxi mereka di jalanan Miami buat warga yang sudah masuk daftar tunggu. Penumpang bisa pesan tumpangan otonom di area 60 mil persegi. Kondisi jalanan Miami yang padat jadi tantangan tersendiri buat eksperimen ini.
Ekspansi ini adalah bagian dari rencana besar menjangkau 11 kota lain, termasuk London. CEO Waymo punya target ambisius mencapai 1 juta perjalanan per minggu pada 2026. Bukan main banyaknya data yang harus diolah AI secara mandiri nantinya.
Sayangnya, dilansir oleh TechCrunch, pertumbuhan pesat ini bikin regulator keamanan mulai melirik. Robotaxi Waymo keciduk nyelonong ngelewatin bus sekolah yang berhenti. NTSB langsung buka penyelidikan terhadap puluhan insiden serupa yang terjadi di Austin, Texas.
Pihak Waymo mengklaim sistem mereka lebih unggul dari manusia saat bertemu bus sekolah. Tapi, distrik sekolah Austin tetap minta operasi dihentikan pas jam jemput siswa. Urusan keselamatan nyawa anak-anak itu jelas nggak bisa dinego begitu saja.
Di sisi lain, Tesla resmi hapus sistem Autopilot dasar demi dorong langganan FSD seharga $99 per bulan. Tesla juga lagi kena drama hukum di California gara-gara iklan yang dianggap menyesatkan soal kemampuan asisten pengemudi mereka.
Meski begitu, dilansir oleh TechCrunch, software FSD Tesla sukses nyelesain perjalanan LA ke New York sejauh 3.081 mil. Hebatnya, perjalanan ini disetirin full sama AI dalam waktu 58 jam. Sebuah pencapaian teknologi yang bikin banyak orang melongo.
Startup pengiriman drone, Zipline, juga baru dapet suntikan dana 600 juta dolar. Mereka lagi perluas layanan kirim makanan di Houston dan Phoenix. Bayangin makanan kalian dateng lewat jalur udara, masa depan impian banget buat kaum mager.
Dikutip dari TechCrunch, Ethernovia sukses kumpulin dana 90 juta dolar buat sistem kendaraan otonom. Bahkan, Serve Robotics baru saja akuisisi Diligent Robotics senilai 29 juta dolar. Siap-siap lihat makin banyak robot pengantar di sekitar rumah sakit nanti.
Tapi nggak semua kabar itu indah. Pendiri Luminar harus berurusan dengan pengadilan di tengah kebangkrutan perusahaannya. Ini jadi bukti kalau hardware paling "hype" sekalipun bisa tumbang kalau nggak kuat ngadepin realitas pasar yang sangat kejam.
Raksasa otomotif Tiongkok, Geely, juga nggak mau kalah dengan target 100.000 robotaxi pada 2030. Mereka bakal fokus di kota besar Tiongkok sebelum ekspansi global. Persaingan teknologi otonom dunia ini beneran lagi gas pol, guys!
General Motors bikin langkah mengejutkan dengan mindahin produksi kembali ke Kansas. Sayangnya, keputusan ini bikin nasib Chevrolet Bolt EV harus tamat. Padahal, mobil ini salah satu opsi EV yang harganya masih ramah di kantong penggemar.
Elon Musk juga lagi lanjutin proyek chip AI Dojo3. Bedanya, chip ini nggak cuma sekadar ngajarin mobil, tapi buat komputasi AI di luar angkasa. Dilansir oleh TechCrunch, Musk beneran mau bangun superkomputer di orbit bumi sekarang.
Waymo juga lagi ngetes van Zeekr "Ojai" buat gantiin armada Jaguar yang lama. Van ini didesain sejak nol buat kenyamanan penumpang, bukan cuma mobil biasa yang ditempelin sensor. Jauh lebih masuk akal buat bisnis taksi masa depan.
Masalahnya, meski sudah ada "update software", video baru nunjukin bug deteksi bus sekolah masih muncul. Pihak NHTSA masih selidikin apakah solusi lebih paten dibutuhin. Nge-patch AI ternyata jauh lebih ribet daripada sekadar update video game.
Tahun depan bakal jadi pembuktian apakah robotaxi beneran siap buat dipake massal atau nggak. Waymo emang ngebut, tapi pemerintah juga mulai rewel soal keamanan. Menurut kalian, sudah siapkah kita percayain nyawa pada sopir robot? (tmtiwow)
Editor : Toar RotulungSumber : TechCrunch