Waspada! Update Windows 11 Terbaru Bikin PC Kena Layar Hitam

Toar Rotulung • Dipublikasikan Jumat, 30 Januari 2026 | 00:00 WIB
Update Windows 11 bikin laptop lama serasa baru lagi
Update Windows 11 bikin laptop lama serasa baru lagi

JagoSatu.com - Microsoft baru saja melepas update yang bikin geger. Bukannya makin aman, patch Windows 11 Januari 2026 (KB5074109) justru bikin banyak PC kena masalah layar hitam. Sebaiknya tunda dulu update ini sampai sistemnya benar-benar stabil.

Muncul eror "UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME" yang menyerang PC beneran saat baru dinyalakan. Rasanya menyebalkan karena pengguna seolah jadi kelinci percobaan gratisan buat patch keamanan yang harusnya sudah matang sebelum dirilis secara luas ke publik.

Mengutip laporan WindowsLatest, Microsoft mengaku sudah menerima beberapa laporan soal perangkat yang gagal booting. Meski dibilang jumlahnya kecil, tetap saja ini kabar buruk buat kita yang menggunakan PC sebagai alat kerja utama sehari-hari.

Eror "UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME" (Stop Code 0xED) biasanya jadi tanda kerusakan drive atau sistem. Tapi kali ini, semuanya murni gara-gara software. Patch yang gejalanya mirip kerusakan hardware begini jelas bikin pusing siapa pun yang mendiagnosisnya.

Masalah serius ini ditemukan pada Windows 11 versi 24H2 dan 25H2. Kalau nomor build kalian menunjukkan 26200.7623, berarti kalian sedang dalam posisi kurang aman. Update wajib otomatis seperti ini memang seringkali bikin was-was.

Dilansir oleh WindowsLatest, Microsoft saat ini masih sibuk mengumpulkan data untuk mencari solusi. Sementara itu, banyak pengguna terjebak dengan layar hitam tanpa solusi pasti. Menunggu tanpa kepastian saat PC tak bisa booting memang sangat melelahkan.

Masalahnya bukan cuma gagal booting saja. Update ini juga merusak Outlook Classic, kustomisasi File Explorer, hingga fitur mode tidur. Sepertinya Microsoft berniat memperbaiki satu celah, tapi malah membuat banyak masalah baru yang makin menumpuk.

Outlook yang mendadak beku dan aplikasi lain yang tidak responsif baru sebagian kecil dari rentetan masalah ini. Produktivitas bisa langsung anjlok jika alat kerja utama mendadak error, membuat update ini terasa lebih seperti gangguan keamanan.

Dilaporkan oleh WindowsLatest, KB5074109 sebenarnya adalah patch keamanan wajib untuk ratusan celah. Padahal, memaksa update wajib yang malah merusak fungsi dasar komputer adalah sebuah kegagalan yang mulai terasa membosankan bagi para pengguna setia.

Pengguna Remote Desktop dan Citrix juga ikut merasakan dampaknya. Beberapa perbaikan mulai datang lewat update darurat KB5077744. Mengelola kerja jarak jauh jadi makin sulit tanpa dukungan alat yang stabil dari sistem operasi utama kita.

Jika sudah terlanjur kena, kalian mungkin butuh langkah pemulihan manual atau instal ulang Windows pakai ISO. Menyuruh pengguna instal ulang hanya karena update keamanan adalah bukti nyata kurangnya stabilitas sistem operasi yang katanya sudah modern.

Dikutip dari WindowsLatest, masalah lain yang muncul adalah wallpaper yang mendadak hilang dan file sistem yang rusak. Saat wallpaper saja tidak bisa tampil normal, kita patut mempertanyakan kualitas kode dasar dari sistem operasi ini.

Microsoft memang sudah merilis update darurat KB5078127 untuk beberapa aplikasi. Namun, masalah booting tetap menjadi sebuah pertaruhan besar. Ini seperti main tebak-tebakan yang berisiko, di mana setiap perbaikan bisa membawa masalah sekunder lainnya.

PC lama dengan mode tidur S3 juga dilaporkan rusak tanpa solusi andal. Langkah Microsoft ini seolah-olah memaksa perangkat keras lama untuk segera dipensiunkan dengan merusak fungsi dasar seperti mode tidur, yang tentunya sangat merugikan pengguna.

Kalau PC kalian masih normal, bisa dibilang kalian sedang beruntung. Tetaplah waspada dan siapkan drive pemulihan setiap saat. Nah, apa kalian termasuk tim yang langsung update atau yang hobi menunda demi keamanan? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
Sumber : windowslatest