Tiongkok Ciptakan Chip Setipis Rambut yang Tahan Dilindas Truk!

Toar Rotulung • Dipublikasikan Jumat, 6 Februari 2026 | 00:00 WIB
Chip Komputer setipis Helai Rambut
Chip Komputer setipis Helai Rambut

JagoSatu.com - Ilmuwan Shanghai baru saja bikin terobosan: chip komputer di dalam serat kain yang lebih tipis dari rambut manusia. Ini bukan sekadar eksperimen lab biasa, tapi langkah besar buat bikin teknologi wearable jadi jauh lebih nyaman.

Dilansir oleh Tom's Hardware, tim Universitas Fudan ini terinspirasi dari "sushi roll" dalam merancang sirkuitnya. Mereka menumpuk komponen lalu menggulungnya menjadi sirkuit terpadu serat (FIC). Inspirasi unik dari makanan ini ternyata bisa jadi ide jenius.

Tujuannya simpel tapi ambisius: membuang semua komponen silikon yang masih keras dari perangkat fleksibel. Selama ini, gawai "lentur" biasanya masih punya bagian kaku di dalamnya. FIC ini hadir untuk menjadi inti yang benar-benar elastis.

Ukuran seratnya super kecil, cuma sekitar 50 mikrometer. Meski mungil, di dalamnya padat dengan daya komputasi. Para peneliti mengklaim ada sekitar 100.000 transistor dalam setiap satu sentimeter serat. Kepadatan ini adalah bukti nyata keajaiban teknik.

Seperti yang dikutip dari Tom's Hardware, satu meter serat ini diklaim bisa menampung jutaan transistor. Kekuatannya disebut setara prosesor desktop era 90-an. Jadi, jangan berekspektasi terlalu tinggi dulu kalau dibandingkan dengan prosesor masa kini.

Bicara soal ketahanan, penelitian ini menunjukkan kalau FIC sangat tangguh. Chip ini bisa ditekuk berulang kali, ditarik sampai 30%, bahkan tetap aman meski dilindas truk kontainer seberat 15,6 ton. Bayangkan betapa kuatnya teknologi ini nanti.

Dilansir oleh Tom's Hardware, tim peneliti mengklaim sudah menemukan metode buat produksi massal. Ini poin penting, karena terobosan laboratorium hanya akan jadi nyata kalau sudah bisa diproduksi secara besar-besaran untuk kebutuhan pasar yang luas.

Dengan ketahanan sekuat itu, bayangkan jaket pintar yang chip-nya tetap utuh meski dilindas ban truk. Inovasi ini membuka peluang penggunaan teknologi di lingkungan ekstrem yang mustahil dilakukan oleh smartphone biasa pada umumnya saat ini.

Potensi penggunaannya yang paling menarik ada di bidang VR dan medis. Karena serat ini sefleksibel jaringan otak, ia sangat cocok untuk implan saraf. Jika berhasil, kita akan melihat masa depan alat kesehatan yang jauh lebih aman.

Buat kalian pecinta VR, teknologi ini bisa menciptakan sarung tangan haptik yang rasanya seperti kain biasa. Pengalaman metaverse bakal jadi berkali-kali lipat lebih seru dan imersif jika umpan baliknya terjalin langsung di dalam pakaian kita.

Tapi tunggu dulu, ada catatan penting. Jumlah transistor bukan satu-satunya penentu kehebatan. Arsitektur dan efisiensi daya juga sangat krusial. Chip ala tahun 90-an di baju mungkin tidak banyak membantu tanpa desain khusus yang hemat energi.

Dikutip dari Tom's Hardware, para peneliti ingin serat ini bisa melakukan "komputasi saraf" dengan akurasi tinggi. Intinya adalah pemrosesan data secara lokal langsung di dalam kain, bukan sekadar mengirim data mentah ke server cloud atau internet.

Perlu diingat, ini masih penelitian dasar dan bukan produk komersial siap beli. Namun, fleksibilitas dan ketahanan yang ditawarkan memberikan gambaran awal masa depan teknologi yang akan kita gunakan dalam sepuluh tahun ke depan sejak sekarang.

Jadi, jangan berharap ada laptop gaming di dalam hoodie kalian tahun depan. Inovasi ini fokus pada perubahan bahan, bukan sekadar adu kencang spesifikasi. Kita sedang mencari cara agar teknologi bisa menyatu sempurna dengan kita.

Pada akhirnya, pembuktian konsep ini sangatlah luar biasa. Membuat chip yang tahan puntiran, tarikan, hingga ban truk adalah pencapaian besar. Nah, kira-kira fitur canggih apa yang paling kalian inginkan ada di baju masa depan nanti? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
Sumber : Tom's Hardware