Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Starlink, Layanan Internet Elon Musk, Siap Melangkah ke Indonesia, Mampu Rambah Daerah Terpencil

Tina Mamangkey • 2023-09-13 18:34:56
Elon Musk (Reuters)
Elon Musk (Reuters)

JAGOSATU.COM - Starlink, layanan internet berbasis satelit yang dimiliki oleh miliarder Elon Musk, telah memasuki pasar Indonesia dengan rencana ekspansi yang menghebohkan. Sebelumnya, Starlink sudah hadir di Indonesia melalui skema B2B (business-to-business) dengan berkolaborasi bersama Telkomsat, anak perusahaan PT Telkom.

Namun, kabar terbaru yang menjadi sorotan adalah Starlink akan merambah ke skema B2C alias langsung menjual layanannya kepada masyarakat umum. Rencana ini diiringi oleh kedatangan Elon Musk yang dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada akhir September atau awal Oktober ini.

Kehadiran layanan internet Starlink mendapat perhatian khusus di dalam negeri dan bahkan menimbulkan potensi persaingan yang kuat dengan perusahaan telekomunikasi lokal.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, memberikan komentar terkait ekspansi layanan internet milik Elon Musk ini. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan, "Jadi gini lho, siapa pun bisa berusaha di Indonesia asal memenuhi regulasi dan peraturan perundang-undangan." Pernyataan ini disampaikannya setelah meresmikan rebranding e-Penyiaran Kementerian Kominfo di Jakarta pada tanggal 12 September.

Menteri Budi menjelaskan bahwa saat ini Starlink sedang dalam proses pembentukan entitas badan hukum di Indonesia. Ketika Starlink memperoleh izin sebagai penyedia layanan internet (Internet Service Provider, ISP) di Indonesia, mereka akan dapat menjalankan bisnis secara B2C, yaitu, menjual layanan internetnya secara langsung kepada masyarakat. "Sampai saat ini sedang berproses," tambahnya.

Menteri Budi menegaskan bahwa model bisnis B2C ini berbeda dengan model bisnis B2B yang lebih dulu dijalankan oleh Starlink. Dia menjelaskan bahwa aturan di Indonesia meminta perusahaan multinasional yang belum memiliki badan hukum di Indonesia untuk membentuk badan hukum di dalam negeri sebelum dapat menjalankan skema bisnis B2C atau menjual layanannya langsung kepada konsumen.

Meskipun di Indonesia telah ada layanan satelit low orbit yang serupa dengan Starlink, pemerintah membuka pintu bagi Starlink karena teknologi tersebut semakin tersedia dan berkembang pesat. "Ketersediaan teknologi itu banyak dan terus berkembang," kata Menteri Budi. Dia juga menyatakan bahwa publik hanya perlu menunggu perkembangan kompetisi di lapangan.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Starlink berencana untuk menjadi pemain utama dalam industri telekomunikasi Indonesia, yang diharapkan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia yang berada di daerah terpencil. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#B2C #starlink #PT Telkom #Telkomsat #daerah terpencil #Elon Musk #layanan internet