Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Epilepsi Terkendalikan: AI MELD Graph Bisa Deteksi Lesi Otak yang Tak Terlihat

ALengkong • 2025-02-25 10:05:23
MRI scan
MRI scan

Jagosatu.com - Di dunia medis, sering kali ada kasus di mana lesi otak yang menyebabkan epilepsi terlewatkan oleh para dokter, meskipun sudah dilakukan pemeriksaan dengan teknologi canggih seperti MRI. Namun, para peneliti dari King's College London dan University College London telah mengembangkan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat mendeteksi hingga dua pertiga lesi otak yang sering terlewatkan oleh manusia, sebuah terobosan yang berpotensi mengubah cara kita mengobati epilepsi.

Epilepsi, yang menyerang lebih dari 30.000 orang di Inggris, bisa sangat mengganggu kehidupan penderitanya, terutama ketika kejang tidak bisa dikendalikan oleh obat. Sebagian besar kasus ini disebabkan oleh kelainan otak yang sangat halus, yang tidak terlihat jelas pada pemindaian. Salah satu kelainan otak yang sering terkait dengan epilepsi adalah displasia kortikal fokal, yang sering kali menjadi penyebab utama epilepsi pada pasien yang tidak merespons pengobatan.

Alat AI yang diberi nama MELD Graph ini bekerja dengan menganalisis hasil pemindaian MRI dari lebih dari 1.185 pasien, baik anak-anak maupun orang dewasa, di 23 rumah sakit di seluruh dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ini mampu mendeteksi lesi otak dengan lebih cepat dan lebih rinci daripada kemampuan dokter, membuka peluang bagi pengobatan yang lebih cepat dan lebih efektif. Sebagai contoh, di sebuah rumah sakit di Italia, alat ini berhasil mendeteksi lesi yang sangat halus pada seorang anak berusia 12 tahun yang sudah mencoba sembilan jenis obat tanpa hasil, tetapi masih terus mengalami kejang setiap hari.

Meskipun AI ini menjanjikan, alat ini masih membutuhkan pengawasan manusia, karena tidak semua kelainan otak dapat terdeteksi. Beberapa kasus tetap sulit ditemukan meskipun menggunakan teknologi canggih ini. Namun, potensi alat ini sangat besar, terutama bagi pasien yang membutuhkan tindakan bedah untuk mengatasi kejang yang tak terkontrol.

Para ahli epilepsi anak di Rumah Sakit Great Ormond Street mengungkapkan bahwa alat ini bisa menjadi solusi untuk mempercepat identifikasi lesi otak yang dapat diangkat untuk mengatasi epilepsi, yang bagi sebagian besar pasien bisa menjadi hal yang sangat hidup-mematikan. Namun, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi pasien sebelum alat ini dapat digunakan secara resmi di klinik.

Sementara itu, alat ini sudah tersedia sebagai perangkat lunak open-source yang dapat digunakan untuk penelitian klinis di rumah sakit di seluruh dunia. Harapannya, alat ini dapat mendapat persetujuan resmi untuk digunakan sebagai alat diagnostik dalam waktu dekat, meskipun masih diperlukan uji coba lebih lanjut.

Editor : ALengkong
#lesi #otak #AI #Inovasi medis #Kecerdasan Buatan #pengobatan epilepsi #Teknologi Medis #MRI #epilepsi