Jagosatu.com - Serangan tengah malam ke fasilitas nuklir Iran sukses bikin geger dunia.
AS mengerahkan B‑2 Spirit, bomber siluman paling mahal dan mematikan, untuk menghancurkan situs strategis Iran dalam Operasi Midnight Hammer.
Dalam misi ini, tujuh unit B‑2 lepas landas dari Whiteman Air Force Base, Missouri, dan terbang nonstop pulang pergi lebih dari 37 jam.
Mereka menargetkan fasilitas bawah tanah Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, yang selama ini disebut “tidak bisa ditembus”.
B‑2 membawa bom anti-bunker GBU‑57 MOP, seberat 30 ton, yang dirancang menembus tanah keras dan beton tebal puluhan meter.
Ini jadi kali pertama bom GBU-57 digunakan dalam konflik nyata, dan hasilnya: tiga fasilitas utama Iran dilaporkan lumpuh total.
Dibantu 30 rudal Tomahawk yang ditembakkan dari kapal selam Ohio-class, serangan ini presisi dan minim korban sipil.
B‑2 Spirit bukan pesawat sembarangan—desainnya menyerupai “sayap terbang” dan nyaris tidak terlihat radar konvensional.
Materialnya menyerap gelombang radar, inframerah, hingga suara, menjadikannya benar-benar siluman di langit.
Pesawat ini mampu terbang sejauh 11.000 km tanpa isi ulang bahan bakar, dan bisa menjangkau target di mana pun di dunia.
Dalam misi ke Iran, B‑2 dikawal F-22 Raptor dan pesawat tempur EA-18G Growler untuk menetralisir radar dan sinyal musuh.
Fasilitas nuklir Fordow—yang dibangun 80 meter di bawah tanah—jadi target utama dan hancur total usai dihantam MOP.
Meski Iran belum mengakui kerusakan, citra satelit menunjukkan perubahan besar di tiga lokasi strategis tersebut.
B‑2 sendiri sudah dipakai sejak tahun 1999 di Kosovo, dan terus jadi senjata rahasia andalan dalam operasi Amerika.
Setiap unit B‑2 harganya sekitar US$2,1 miliar, dan biaya operasionalnya mencapai US$135 ribu per jam—gila!
Hanya ada 21 unit di dunia, dan mereka semua berbasis di AS, menjadikannya pesawat paling eksklusif dan strategis.
Serangan ini disebut sebagai penggunaan B‑2 terbesar sepanjang sejarah, mengukuhkan dominasinya di medan tempur modern.
Selain presisi dan kekuatan bomnya, keunggulan utama B‑2 adalah kemampuan menembus pertahanan tanpa terdeteksi—bahkan oleh sistem Rusia atau Iran.
Operasi ini menandai babak baru dalam konflik senjata presisi tinggi dan drone siluman, serta meningkatkan tensi global pasca serangan.(chK)
Editor : ALengkong