Jagosatu.com - Google resmi meluncurkan platform video berbasis kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Veo 3, di Indonesia pada awal Juli 2025.
Peluncuran ini menandai langkah besar dalam adopsi teknologi AI untuk industri kreatif di tanah air.
Veo 3 adalah alat pembuat video generatif yang memungkinkan pengguna membuat video dari deskripsi teks secara otomatis.
Teknologi ini memanfaatkan model AI multimodal canggih yang mampu memahami konteks, gaya visual, dan emosi dalam narasi.
Dengan Veo 3, pengguna cukup memasukkan kalimat seperti “drone terbang melintasi pegunungan saat matahari terbit” untuk menghasilkan klip berkualitas tinggi.
Menurut Google, kualitas output Veo 3 mendekati standar produksi profesional, bahkan untuk skenario sinematik.
Google Veo 3 dirancang untuk mendukung pembuat konten, kreator YouTube, produser media, dan sektor pendidikan.
Platform ini juga menyediakan opsi pengeditan otomatis, transisi cerdas, serta integrasi dengan Google Drive dan YouTube Studio.
Dikutip dari Liputan6.com (5 Juli 2025), peluncuran ini termasuk bagian dari strategi perluasan teknologi AI generatif Google ke kawasan Asia Tenggara.
Veo 3 sebelumnya telah diuji secara terbatas di AS dan Inggris, dan mendapat sambutan positif dari komunitas film independen.
Dengan kehadiran di Indonesia, Google ingin menjangkau pasar kreatif yang berkembang pesat dan memiliki komunitas konten digital yang aktif.
Kehadiran Veo 3 disebut-sebut sebagai “revolusi kreatif” karena mampu memangkas waktu dan biaya produksi secara signifikan.
Salah satu keunggulan utama Veo 3 adalah kemampuannya memahami struktur narasi dan sinematografi.
Video yang dihasilkan Veo 3 bisa memiliki durasi hingga 1 menit dengan efek visual realistis dan animasi alami.
Selain itu, pengguna bisa mengatur gaya visual tertentu seperti dokumenter, anime, sinematik, atau vlog.
Veo 3 juga mendukung rendering 4K serta efek gerak lambat, pengaturan kamera, dan cuaca digital sesuai permintaan.
Menurut Google, keamanan dan etika AI tetap menjadi prioritas, termasuk pembatasan konten eksplisit dan penandaan video buatan AI.
Google juga menyatakan bahwa model Veo tidak melatih datanya dari konten kreator tanpa izin.
Peluncuran ini disambut baik oleh para kreator konten lokal yang ingin meningkatkan kualitas visual tanpa perlu perangkat mahal.
Google memberikan akses awal kepada komunitas kreator melalui program beta yang dapat diakses lewat form registrasi.
Veo 3 tersedia secara gratis dalam versi dasar, dan akan menghadirkan fitur premium untuk pengguna profesional pada akhir tahun ini.
Dengan hadirnya Veo 3, dunia produksi video di Indonesia diprediksi akan berubah secara drastis.
(db)
Editor : ALengkong