JagoSatu.com - Sebuah pembaruan baru saja dirilis untuk Windows 11, dan kabarnya membawa bencana. Update ini bahkan berpotensi merusak drive penyimpanan data milik para penggunanya.
Bug mengerikan ini dapat menyebabkan drive penyimpanan menghilang begitu saja dari sistem. Lebih parahnya lagi, file-file penting Anda bahkan bisa ikut menjadi rusak karenanya.
Dilansir oleh neowin.net, laporan baru dari seorang penguji di Jepang merinci kegagalan ini. Hingga kini, Microsoft belum memberikan komentar apapun terkait masalah tersebut.
Masalah ini sering muncul saat aktivitas penulisan data yang berat, seperti menginstal game besar. Drive dengan kontroler Phison menjadi yang paling terdampak oleh bug ini.
Bug ini terlihat sangat mirip dengan masalah yang seharusnya sudah diperbaiki oleh Microsoft tahun lalu. Mereka jelas tidak belajar dari kesalahan di masa lalu.
Dikutip dari neowin.net, pihak Phison telah mengakui adanya bug tersebut. Mereka kini bekerja sama dengan para mitra untuk segera menemukan solusi yang tepat.
Para pengguna tentu saja geram, menyebut Windows 11 "berantakan seperti versi beta". Mereka merasa lelah karena terus-menerus dijadikan sebagai tim penguji coba gratisan.
Pengguna lain menyoroti "pengujian kualitas Microsoft yang sangat buruk akhir-akhir ini". Opini ini sangat umum, dan buktinya terlihat jelas pada setiap pembaruan yang gagal.
Beberapa pengguna bahkan sudah sangat muak hingga berpikir untuk beralih ke Apple. Ketidakstabilan ini membuat orang rela pindah ke ekosistem yang lebih tertutup.
Ada juga yang berpendapat bahwa "perangkat penyimpanan memang bisa gagal kapan saja". Meskipun benar, ini adalah pola kegagalan yang jelas terkait dengan pembaruan spesifik.
Bug lain dalam pembaruan ini bahkan merusak solusi NDI pada aplikasi OBS. Ini membuktikan masalahnya bukan hanya soal penyimpanan, tapi keseluruhan pembaruan yang bermasalah.
Seorang pengguna mengaitkan masalah ini dengan "gelombang PHK" yang menyebabkan kurangnya personel QA. Ini menjadi penjelasan yang paling logis atas semua masalah ini.
Kini, semua orang menyarankan para pengguna untuk menunda pembaruan selama mungkin. Seharusnya ini bukan solusi untuk sebuah pembaruan keamanan yang penting bagi sistem.
Para pengguna lelah karena berbagai masalah yang terus terjadi telah mengikis kepercayaan mereka. Ini adalah inti dari semua keluhan yang muncul di komunitas.
Ini hanyalah contoh terbaru dari kegagalan Microsoft. Nah, apakah kalian pernah mengalami masalah setelah update Windows? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung