JagoSatu.com - Infinix Hot 60 Pro+ datang dengan bodi setipis 5,95 mm dan berat hanya 155 gram, dilansir oleh Jagat Review, ini membuatnya jadi HP 2 jutaan tertipis. Ini impressive sih, engineering macam apa ini?
Isi kotaknya lengkap. Dikutip dari GadgetIn, kita dapat charger 45W, case, bahkan tempered glass. Memang, pemasangannya harus sendiri dan butuh keahlian. Setidaknya niatnya baik, dapat diapresiasi bonus kecil yang sangat berguna ini.
Desainnya bukan kaleng-kaleng. Frame-nya polikarbonat tapi rangkanya aerospace-grade aluminium, dilansir oleh Jagat Review. Ada rating IP65 juga. Pilihan warnanya banyak dan stylish, jadi HP ini terasa lebih mahal dari harganya. Pilihan material yang cerdas.
Karena layar dan bodi belakangnya melengkung, feel di genggaman jadi makin ekstrem tipisnya, dilansir oleh GadgetIn. Rasanya seperti memegang HP 3 mm. Ini trik desain yang brilian, membuat HP ini nyaman banget digenggam.
Layarnya AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz dan dilindungi Gorilla Glass 7i. Dikutip dari GadgetIn, resolusinya adalah Full HD+. Spek ini sudah setara HP kelas menengah atas. Untuk harga segini, ini benar-benar memanjakan mata.
Soal kecerahan, jangan ditanya. Pengujian Jagat Review menunjukkan layarnya tembus 1510 nits di luar ruangan. Matahari terik pun lewat. Bisa dibilang levelnya sudah flagship, cukup terang dan nyaman dilihat di mana saja, sangat impresif.
Otaknya pakai MediaTek Helio G200, yang pada dasarnya Helio G99, dilansir oleh GadgetIn. Skor AnTuTu-nya sekitar 460 ribu. Bukan chipset monster, tapi sangat kompeten dan efisien untuk kelas harganya. Pilihan yang sangat aman dan teruji.
Buat main game, HP ini siap tempur. PUBG Mobile bisa jalan di Smooth-Extreme 60 FPS, dilansir oleh Jagat Review. Sayangnya, Mobile Legends masih terkunci di 60 FPS. Semoga Moonton segera kasih update unlock frame rate.
Genshin Impact bisa dimainkan, tapi jangan berharap rata kanan. Jagat Review mencatat frame rate fluktuatif di 35 FPS. Uniknya, suhunya adem banget, hanya 40°C. Ini menunjukkan Infinix lebih mementingkan kenyamanan suhu daripada performa mentah.
Kameranya pakai sensor Sony IMX882 50MP, dan hasilnya luar biasa bagus. Dikutip dari GadgetIn, dynamic range-nya luas bahkan saat melawan matahari. Foto malamnya juga bening. Untuk HP 2 jutaan, kualitas fotonya benar-benar bikin kaget.
Perekaman video jadi nilai jual utama. Kamera depan dan belakang bisa rekam sampai 2K 30fps, dilansir oleh Jagat Review. Ini jarang banget di kelasnya. Stabilizer memang hanya aktif di 1080p 30fps, tapi itu kompromi yang bisa dimaklumi.
Soal software, Infinix janji update Android tiga kali dan keamanan lima tahun, dikutip dari Jagat Review. Ini gokil! Ditambah fitur AI seperti Circle to Search. Komitmen software seperti ini biasanya hanya ada di HP mahal.
Baterainya 5.160 mAh, entah bagaimana bisa muat di bodi setipis ini. Jagat Review menguji pemutaran video lokal dan hasilnya tembus 20,5 jam. Daya tahan baterainya jelas bukan pengorbanan, malah jadi salah satu keunggulannya.
Tentu ada kompromi. Dilansir oleh kedua sumber, HP ini tidak punya headphone jack dan slot MicroSD. Ini adalah pengorbanan yang harus diterima demi desain super tipis. Kami rasa, ini adalah trade-off yang sangat adil.
Infinix Hot 60 Pro+ adalah paket komplit yang anomali. Desain premium, layar cakep, performa oke, dan kamera bagus di harga 2 jutaan. Ini bukti kalau HP murah tidak harus membosankan. Menurut kalian, lebih memilih desain tipis atau fitur lengkap? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung