Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Riset Unklab Tunjukkan AI Bisa Bantu Komunikasi Tuna Rungu Lewat Bahasa Isyarat

Richard Lawongan • 2025-08-22 15:58:49

SIstem deteksi Sign Language
SIstem deteksi Sign Language

Jagosatu.com - Penelitian terbaru membuktikan bahwa kecerdasan buatan mampu membantu mengenali bahasa isyarat berupa angka dengan akurasi yang sangat tinggi.

Bahasa isyarat adalah cara utama berkomunikasi bagi penyandang tuna rungu dan tuna wicara.

Namun, orang awam sering kali kesulitan memahami gerakan tangan dalam bahasa isyarat.

Karena itu, dibutuhkan teknologi yang dapat menjembatani komunikasi antara mereka dengan masyarakat umum.

Peneliti dari Universitas Klabat membuat sistem berbasis deep learning untuk mengklasifikasi bahasa isyarat angka.

Mereka menggunakan dua algoritma populer yaitu Convolutional Neural Network (CNN) dan Artificial Neural Network (ANN).

CNN sering dipakai dalam bidang computer vision untuk mengenali gambar dan pola.

Sedangkan ANN bekerja dengan meniru cara kerja otak manusia melalui jaringan saraf tiruan.

Baca Juga: Mahasiswa Unklab Ciptakan Teknologi AI untuk Bantu Dokter Deteksi Kanker Paru Lebih Cepat!

Dalam penelitian ini, dataset yang dipakai adalah gambar-gambar bahasa isyarat digit dari angka 0 sampai 9.

Total ada lebih dari 2.000 gambar yang digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan.

Hasilnya sangat menjanjikan dengan akurasi rata-rata mencapai 94,5% hingga 99,7%.

Menurut jurnal SISFOTENIKA, metode CNN dan ANN terbukti lebih baik dibanding algoritma lain seperti Logistic Regression.

Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar AI dalam membantu kehidupan sehari-hari penyandang disabilitas.

Bayangkan jika sistem ini diintegrasikan ke dalam aplikasi smartphone.

Pengguna cukup mengarahkan kamera ke tangan yang melakukan isyarat angka.

Aplikasi akan langsung menerjemahkan gerakan itu menjadi angka yang bisa dibaca siapa saja.

Teknologi ini bisa mengurangi hambatan komunikasi dan mempercepat pemahaman.

Namun, penelitian ini masih terbatas pada angka 0 sampai 9.

Ke depan, peneliti berharap bisa memperluas cakupan ke kata dan kalimat.

Dengan begitu, komunikasi menggunakan bahasa isyarat bisa diterjemahkan lebih lengkap.

Harapannya, teknologi ini dapat menjadi jembatan nyata antara tuna rungu, tuna wicara, dan masyarakat luas.

Jika berhasil, maka dunia akan semakin ramah bagi semua orang tanpa terkecuali.

Penelitian ini jadi bukti bahwa teknologi seharusnya digunakan untuk kemanusiaan. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#BahasaIsyarat #AI #TeknologiInklusif #DeepLearning #ANN #CNN