Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Startup Ini Gantikan Pegawai Kantoran Pakai AI—Investor Netflix Sampai Turun Tangan!

ALengkong • 2025-09-02 20:40:44

AI bantu ringankan kerja administratif kantor tradisional (Foto: jafco.co.jp)
AI bantu ringankan kerja administratif kantor tradisional (Foto: jafco.co.jp)

Jagosatu.com - LayerX, startup teknologi asal Jepang, kini menjadi sorotan karena berhasil membuat pekerjaan kantor bisa dijalankan oleh kecerdasan buatan.

Menurut TechCrunch, LayerX meraih pendanaan sebesar 100 juta dolar AS dalam putaran Series B yang dipimpin oleh Technology Crossover Ventures.

Investor tersebut sebelumnya juga dikenal mendanai perusahaan raksasa seperti Netflix, Spotify, dan Meta.

Pendanaan ini menjadikan LayerX sebagai salah satu startup Jepang dengan pendanaan Series B terbesar dalam tujuh tahun pertama operasional.

Platform utama mereka, Bakuraku, digunakan untuk mengotomatiskan pekerjaan back-office seperti pengajuan pengeluaran, faktur, dan penggunaan kartu korporat.

Berdasarkan laporan dari The Tech Buzz, Bakuraku saat ini digunakan oleh lebih dari 15.000 perusahaan di Jepang.

LayerX juga mengembangkan solusi bernama Ai Workforce, yaitu agen AI generatif yang membantu menyederhanakan dan mempercepat alur kerja internal.

Mereka bahkan bekerja sama dengan Mitsui & Co. untuk meluncurkan Alterna, sebuah platform investasi digital berbasis AI untuk ritel.

Masih menurut TechCrunch, MUFG Bank ikut serta dalam pendanaan ini melalui Mitsubishi UFJ Innovation Partners.

Baca Juga: Aturan Baru Uni Eropa Diabaikan? Apple Blokir Aplikasi di Toko Pihak Ketiga!

MUFG Bank juga menyampaikan bahwa mereka menargetkan pengurangan hingga 200.000 jam kerja manual tiap tahun dengan mengadopsi teknologi LayerX.

Berdasarkan data dari Startup Ecosystem Canada, jumlah karyawan LayerX meningkat dari 220 orang pada akhir 2023 menjadi 430 orang pada pertengahan 2025.

Dalam waktu yang sama, klien LayerX naik drastis dari 10.000 menjadi 15.000 perusahaan.

Perusahaan ini memperkirakan pendapatan tahunan (ARR) akan mencapai 68 juta dolar dalam waktu dekat, dan menargetkan 680 juta dolar pada tahun fiskal 2030.

Menurut laporan dari AInvest, sekitar separuh target pendapatan tersebut akan datang dari lini produk AI agent.

Teknologi mereka sudah diterapkan di perusahaan ternama seperti IRIS Ohyama, Ippudo, Sekisui Chemical, dan Imperial Hotel.

LayerX bersaing dengan penyedia layanan serupa seperti Money Forward Cloud Keihi, freee, dan Rakuraku Seisan, serta pemain global seperti SAP Concur dan Ramp.

Namun, menurut The Tech Buzz, keunggulan LayerX terletak pada kemampuannya menyesuaikan produk dengan budaya kerja dan sistem administratif Jepang yang masih banyak menggunakan Excel dan dokumen cetak.

Tim teknis LayerX diperkuat oleh mantan CTO dari perusahaan besar dan satu Kaggle Grandmaster, menjadikan fondasi teknologinya sangat kuat.

Masih dari sumber yang sama, LayerX juga merencanakan ekspansi ke luar Jepang dengan target 1.000 karyawan pada 2028.

Model bisnis mereka mencakup Business Process Outsourcing berbasis AI, sehingga perusahaan bisa menjalankan fungsi administrasi tanpa menambah pegawai secara signifikan.

Dengan ekosistem dan momentum yang tepat, LayerX dianggap sebagai pionir revolusi kerja kantor berbasis AI di Jepang.

Perusahaan ini membuktikan bahwa pekerjaan administratif yang selama ini menyita waktu bisa disederhanakan dengan teknologi pintar (KT).

Editor : ALengkong
#AI #Startup Jepang #Otomatisasi Kantor #Series B #Teknologi Finansial #Bakuraku