JagoSatu.com - Gokil banget, ada berita mengejutkan dari dunia teknologi: Windows 7 hidup lagi! Data terbaru dari Statcounter menunjukkan lonjakan pengguna yang masif dan sama sekali tidak terduga. Siapa sangka, kan?
Fenomena ini muncul saat deadline akhir dukungan Windows 10 semakin dekat. Yang bikin makin aneh, pengguna Windows 11 malah turun. Jelas, usaha Microsoft buat ngajak upgrade nggak berjalan mulus.
Dilansir oleh TechRadar, pengguna Windows 7 meroket dari 3,35% di Agustus menjadi 9,61% di September. Peningkatan gila untuk OS yang dukungannya sudah dihentikan sejak tahun 2020 lalu.
Sebaliknya, Windows 11 justru bernasib apes di bulan September, turun untuk kedua kalinya berturut-turut. Penggunanya kini anjlok di bawah 50%, menjadi 48,94%. Antusiasme terhadap OS baru ini kelihatannya mulai luntur.
Nasib Windows 10 juga sama, penggunanya ikut menurun dari 45,53% menjadi 40,5%. Tapi penurunannya tidak drastis, menandakan banyak orang yang masih betah dan enggan pindah.
Pasar Asia rupanya menjadi pendorong utama kebangkitan ini. Dilaporkan oleh TechRadar, pangsa pasarnya di sana meroket hingga 18,67% pada September. Sepertinya mereka punya aturan main sendiri.
Jelas ini fenomena aneh, mengingat Windows 7 sudah tidak lagi menerima pembaruan keamanan. Menggunakan OS ini tanpa proteksi terbaru sebenarnya punya risiko keamanan yang sangat besar.
Salah satu teorinya adalah pengguna di negara berkembang masih memakai hardware lawas. Mereka butuh OS yang ringan dan kompatibel, sehingga faktor kebutuhan jadi lebih utama ketimbang keamanan.
Teori lain, dilansir oleh TechRadar, adalah kalangan bisnis yang sengaja ogah upgrade. Mereka lebih memilih stabilitas sistem yang sudah dikenal ketimbang beradaptasi dengan kompleksitas Windows 11.
Ada juga kemungkinan yang lebih suram: lonjakan ini didorong oleh botnet atau penambang kripto. Kalau ini benar, artinya banyak dari sistem tersebut yang sebenarnya sudah jadi korban.
Dilaporkan oleh TechRadar, tren ini sudah terlihat sejak Juli. Hanya dalam dua bulan, pangsa pasar Windows 7 melonjak dari 0,88% menjadi 9,61%. Sebuah anomali pasar yang luar biasa.
Ini artinya, pengguna yang meninggalkan Windows 10 tidak semuanya pindah ke Windows 11. Mereka justru lari ke OS lain, termasuk Windows 7, dan ini menjadi PR besar bagi Microsoft.
Setelah sempat naik daun, pangsa pasar Windows 11 kini kembali merosot di bawah 50%. Tentu ini menjadi pukulan telak bagi rencana besar Microsoft untuk mendorong adopsi OS barunya.
Kita lihat saja bagaimana data bulan Oktober nanti, terutama karena dukungan Windows 10 akan resmi berakhir. Momen tersebut akan menjadi pembuktian sebenarnya bagi nasib Windows 11.
Tiba-tiba saja, pertarungan OS desktop jadi laga tiga arah antara Windows 11, 10, dan 7. Ini jelas mimpi buruk bagi citra Microsoft. Nah, apa teori kalian soal fenomena ini? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung