Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ilmuwan Kuantum Raih Nobel Fisika 2025! Apa Artinya untuk Masa Depan Komputer Super Canggih?

ALengkong • 2025-10-07 18:20:19

Photo
Photo

Jagosatu.com - Tiga ilmuwan ternama dunia, John Clarke, Michel Devoret, dan John Martinis, resmi meraih Hadiah Nobel Fisika 2025 atas penelitiannya tentang sirkuit superkonduktor dalam sistem kuantum.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Komite Nobel di Stockholm, Swedia, pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Menurut Reuters, ketiganya berhasil memperlihatkan bagaimana hukum mekanika kuantum dapat diamati pada benda berukuran makroskopis.

Penemuan ini membuka jalan bagi perkembangan teknologi kuantum modern seperti komputer kuantum, sensor presisi tinggi, dan sistem komunikasi super aman.

Istilah mekanika kuantum sendiri adalah cabang fisika yang mempelajari perilaku partikel sangat kecil seperti elektron dan foton.

Biasanya, fenomena kuantum hanya bisa terjadi di skala atom, tetapi penelitian ini berhasil membuatnya tampak pada sistem elektronik yang lebih besar.

John Clarke dari University of California dikenal dengan karyanya dalam pengembangan SQUID (Superconducting Quantum Interference Device).

Alat ini mampu mendeteksi medan magnet yang sangat kecil, bahkan hingga satu miliar kali lebih lemah dari magnet kulkas.

Sementara itu, Michel Devoret dari Yale University berfokus pada studi dinamika sirkuit kuantum dan efeknya pada arus listrik superkonduktor.

John Martinis, mantan peneliti di Google Quantum AI, memimpin proyek pertama yang menunjukkan keunggulan komputasi kuantum pada tahun 2019.

Baca Juga: Harvard & MIT Bikin Gebrakan: Komputer Kuantum Tahan 55.000% Lebih Lama!

Penelitian mereka bertiga digabungkan menjadi dasar bagi pengembangan prosesor kuantum yang kini digunakan oleh banyak perusahaan teknologi besar.

Menurut pernyataan Komite Nobel, kontribusi mereka “membawa sains kuantum dari laboratorium ke dunia nyata.”

Efek penelitian ini kini dapat dirasakan melalui kemajuan di bidang komputer kuantum yang mampu menghitung jauh lebih cepat dari komputer biasa.

Komputer kuantum bekerja dengan prinsip superposisi dan entanglement, yang memungkinkan bit kuantum (qubit) menyimpan lebih dari satu informasi sekaligus.

Dengan teknologi ini, simulasi ilmiah, enkripsi data, dan kecerdasan buatan dapat berjalan ribuan kali lebih efisien.

Namun, banyak ahli juga mengingatkan bahwa teknologi kuantum masih memiliki tantangan besar seperti kestabilan data dan biaya tinggi.

Menurut laporan BBC Science, pemerintah dan perusahaan teknologi dunia kini berlomba-lomba untuk memimpin dalam riset kuantum.

Beberapa perusahaan besar seperti IBM, Google, dan Intel bahkan sudah membangun laboratorium khusus untuk meneliti chip kuantum generasi berikutnya.

Dampak sosial dan ekonomi dari temuan ini juga bisa sangat besar, terutama dalam bidang keamanan siber dan keuangan.

Enkripsi berbasis kuantum diprediksi akan menggantikan sistem keamanan digital saat ini karena lebih sulit diretas.

Penghargaan Nobel ini bukan hanya pengakuan terhadap tiga ilmuwan tersebut, tetapi juga momentum besar bagi masa depan sains dan teknologi dunia.

(J)

Editor : ALengkong
#Tingkatkan Kualitas Berkendara #NobelFisika2025 #Sains #Kuantum #Teknologi #Superkonduktor