Jagosatu.com - Chevrolet akhirnya mengumumkan kembalinya mobil listrik andalan mereka, Chevrolet Bolt, dalam versi generasi kedua yang akan rilis pada tahun 2026.
Mobil ini disebut-sebut sebagai “comeback terbesar” General Motors (GM) di segmen mobil listrik harga terjangkau.
Menurut Reuters, GM akan kembali menghadirkan Bolt dengan harga di bawah US$30.000, atau sekitar Rp490 juta, menjadikannya salah satu EV termurah di kelasnya.
Chevrolet mengklaim mobil ini dirancang untuk menarik konsumen baru yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa menguras dompet.
Dilansir dari Chevrolet Newsroom, versi baru Bolt akan mengusung desain lebih futuristik dengan interior yang lebih lapang dan teknologi terkini.
Bolt 2026 juga dibekali sistem pengisian daya NACS (North American Charging Standard) yang kompatibel dengan jaringan charger Tesla.
Artinya, pengguna Bolt bisa mengisi baterai di ribuan stasiun pengisian cepat milik Tesla di seluruh Amerika Utara.
Menurut Car and Driver, Bolt generasi kedua ini menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) berkapasitas 65 kWh.
Baterai ini mampu menempuh jarak hingga 255 mil atau sekitar 410 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Dengan jarak sejauh itu, Bolt bisa bersaing langsung dengan mobil listrik populer seperti Hyundai Kona EV atau Nissan Leaf.
Tenaganya juga cukup besar untuk mobil sekelasnya, yakni 210 tenaga kuda (HP) dengan penggerak roda depan.
Menurut Road & Track, mobil ini bisa melesat dari 0–100 km/jam dalam waktu sekitar 6,5 detik, cukup cepat untuk kendaraan listrik kompak.
Selain tenaga, Bolt 2026 juga dibekali sistem pengisian cepat hingga 150 kW, memungkinkan baterai terisi 80% hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Fitur ini tentu memudahkan pengguna yang sering bepergian jauh tanpa perlu menunggu terlalu lama di stasiun pengisian.
Chevrolet juga memperkenalkan dua varian utama: LT dan RS, di mana versi LT dijual mulai dari US$28.995.
Varian RS memiliki tampilan lebih sporty, interior berwarna hitam merah, dan pelek berukuran lebih besar.
Menurut Automotive News, Bolt generasi baru ini akan mulai diproduksi pada akhir 2025 dan mulai dijual resmi pada awal 2026.
GM menyebutkan bahwa Bolt akan menjadi bagian dari “keluarga EV baru” yang fokus pada mobil terjangkau dan efisien energi.
Meski terjangkau, Bolt tidak mengorbankan fitur-fitur canggih khas mobil modern.
Mobil ini memiliki layar sentuh infotainment 11,3 inci, sistem navigasi online, serta dukungan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel.
Selain itu, terdapat sistem bantuan pengemudi seperti lane keep assist, adaptive cruise control, dan automatic emergency braking.
Chevrolet menegaskan bahwa Bolt baru tetap mempertahankan karakter fun-to-drive yang disukai banyak pengguna generasi sebelumnya.
Interiornya kini terasa lebih premium dengan material lembut dan tata letak tombol yang lebih sederhana.
Chevrolet juga memperhatikan efisiensi energi, dengan sistem pendingin dan pemanas baterai otomatis agar performa tetap stabil di berbagai suhu.
Dilansir dari Reuters, Bolt 2026 menjadi salah satu langkah besar GM untuk memperluas portofolio kendaraan listrik massal.
Sebelumnya, GM sempat menghentikan produksi Bolt pada 2023 karena fokus mengembangkan platform baru bernama Ultium.
Kini, Bolt 2026 akan menggunakan versi ringan dari platform Ultium yang dirancang khusus untuk efisiensi dan biaya produksi rendah.
Strategi ini memungkinkan GM menawarkan EV dengan harga murah tanpa mengorbankan kualitas dan performa.
Banyak pengamat menilai langkah GM ini sebagai sinyal bahwa mereka serius bersaing dengan Tesla di pasar mobil listrik murah.
Dengan harga di bawah Rp500 juta dan fitur melimpah, Bolt 2026 diprediksi akan menjadi primadona baru di segmen EV global.
Chevrolet bahkan berencana memperluas distribusi Bolt ke pasar internasional, termasuk Asia, jika permintaan tinggi.
Jika terealisasi, bukan tidak mungkin mobil listrik murah ini akan masuk ke Indonesia di masa depan.
Dengan desain menarik, harga ramah kantong, dan teknologi canggih, Chevrolet Bolt 2026 bisa jadi game-changer di dunia otomotif listrik.
VYR
Editor : Toar Rotulung