Jagosatu.com - Apple lagi-lagi bikin geger dunia teknologi dengan kabar pembaruan sistem operasi terbarunya, yaitu iOS 26, yang kabarnya bakal dirilis pada pertengahan September ini.
Kabar paling seru dan bikin penasaran adalah soal perubahan desain total yang disebut-sebut bakal pakai gaya baru bernama "Liquid Glass".
"Liquid Glass" itu adalah gaya visual baru yang membuat tampilan antarmuka (interface) iPhone lebih personal, ekspresif, dan terasa hidup, dilansir dari HMIF UNEJ.
Gampangnya, desain ini bikin elemen di layar seperti ikon, notifikasi, dan widget terlihat kayak kaca cair yang transparan, tapi juga punya tekstur lembut, menurut Vietbao.vn.
Desain ini menggabungkan efek transparansi adaptif, blur dinamis, dan animasi layer berbasis GPU (kartu grafis), yang secara teknis sangat canggih, menurut erablue.id.
Tentu saja, tampilan super keren ini langsung jadi omongan banyak orang karena menjanjikan pengalaman pengguna (user experience) yang sangat berbeda dari iOS sebelumnya.
Namun, seperti judulnya, di balik kemewahan itu ada "harga mahal" yang harus dibayar oleh para pengguna iPhone.
Harga mahal yang dimaksud bukan cuma soal uang, tapi lebih ke performa dan kinerja (performance) dari iPhone yang kita pakai sehari-hari.
Menurut beberapa analisis teknis, desain sekompleks "Liquid Glass" ini butuh banget tenaga ekstra dari chip pemroses (CPU) dan kartu grafis (GPU) iPhone, dilansir dari Kalimantan News.
Efek Liquid Glass ini sangat mengandalkan pemrosesan grafis tingkat tinggi, seperti transparansi, gerakan, dan visual dinamis, menurut Computer Cures.
Artinya, iPhone seri lama yang punya chip atau prosesor yang sudah tua dan kurang kuat kemungkinan besar akan jadi sangat lambat setelah di-update ke iOS 26.
Pengguna iPhone lama dapat menonaktifkan efek Liquid Glass ini sepenuhnya di iOS 26 untuk mengembalikan kelancaran perangkat mereka, menurut Vietbao.vn.
Dampak lainnya yang bikin kesel adalah baterai iPhone bisa jadi lebih cepat habis alias boros banget karena chip harus bekerja lebih keras terus-menerus buat menampilkan efek visual yang keren itu.
Beberapa pengujian menunjukkan bahwa Liquid Glass Animation memerlukan daya pemrosesan yang lebih tinggi, yang pada gilirannya mengonsumsi lebih banyak energi dan menghasilkan lebih banyak panas, dilansir dari BGR.
Pengguna iPhone 15 ke bawah bahkan mengeluh ponsel cepat panas dan daya cepat habis karena efek Spatial Scenes 3D yang memukau ikut menguras baterai, menurut Kalimantan News.
Masalah ini bahkan membuat Apple harus merespons dengan menambahkan tombol baru di iOS 26.1 yang memungkinkan pengguna mengurangi efek Liquid Glass, menurut MacRumors.
Selain masalah performa, ada juga masalah adaptasi yang mungkin dirasakan pengguna karena Apple juga kabarnya mengubah letak beberapa menu dan cara interaksi (interaksi pengguna) di iOS 26.
Perubahan tata letak yang drastis ini bisa bikin pengguna yang sudah nyaman dengan iOS versi lama jadi bingung dan butuh waktu lama buat terbiasa lagi.
Bukan cuma desain, iOS 26 juga akan membawa banyak fitur baru berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang juga ikut membebani kinerja hardware (perangkat keras).
Fitur AI canggih ini, seperti Visual Intelligence dan Genmoji, butuh chip khusus, yaitu Neural Engine, yang hanya ada di iPhone seri terbaru, menurut Jagat Review.
Pengguna iPhone lama tidak hanya merasakan HP jadi lemot, tapi juga kemungkinan besar tidak bisa menikmati semua fitur AI terbaru ini secara maksimal.
Ini adalah strategi Apple yang dikenal sebagai "siklus pembaruan", di mana mereka mendorong pengguna untuk upgrade ke iPhone model terbaru biar bisa menikmati pengalaman terbaik.
Intinya, desain "Liquid Glass" di iOS 26 memang super mewah dan keren banget, menjanjikan look baru yang segar dan futuristik.
Tapi, bagi kamu yang masih pakai iPhone lama, harus siap-siap memilih antara tampilan keren dengan risiko HP jadi super lemot, atau memilih tetap di iOS lama.
Intinya, kemewahan visual "Liquid Glass" ini memang bikin ngiler, tapi kalau bikin iPhone-mu jadi cuma bisa dipajang, mending pikir-pikir lagi deh.
Jadi, siapkah kamu mengorbankan kecepatan iPhone-mu demi tampilan yang super mewah dan keren ini?
Kita tunggu saja kabar resmi dari Apple pada acara peluncuran mereka yang biasanya diadakan di bulan September.
Semoga Apple memberikan optimasi yang luar biasa sehingga masalah lag ini tidak terlalu parah pada saat rilis resminya.
VYR
Editor : Toar Rotulung