Jagosatu.com – Dunia medis di Asia Tenggara kini memasuki babak baru setelah Singapura secara resmi meluncurkan dua sertifikasi bergengsi di bidang simulasi kesehatan.
Program ini disebut Certified Educator in Healthcare Simulation (CEHS) dan Certified Technologist in Healthcare Simulation (CTHS).
Keduanya dibuat untuk meningkatkan kualitas pelatihan bagi dokter, perawat, dan teknolog medis di kawasan Asia Tenggara.
Dilansir dari PR Newswire, program sertifikasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Society for Simulation in Healthcare (SSH) dan lembaga pelatihan medis di Singapura.
Tujuan utama dari program ini adalah memastikan tenaga kesehatan dapat berlatih menggunakan teknologi simulasi tanpa membahayakan pasien asli.
Teknologi simulasi kesehatan (healthcare simulation) adalah metode pelatihan yang menggunakan perangkat tiruan pasien, ruang operasi virtual, hingga skenario darurat medis yang realistis.
Dengan simulasi ini, tenaga medis dapat belajar menghadapi situasi kompleks seperti operasi darurat atau penanganan pasien kritis tanpa risiko.
Baca Juga: HARGA CUMA RP1 JUTAAN, TAPI PUNYA BATERAI MONSTER 6000 MAH? Poco C85 Bikin Ngiler!
Menurut laporan SSH, teknologi simulasi sudah lama digunakan di Eropa dan Amerika Serikat, namun baru kini Asia Tenggara memiliki sertifikasi standarnya sendiri.
Langkah ini disebut sebagai “loncatan besar” dalam dunia pelatihan medis kawasan ASEAN.
Program CEHS ditujukan bagi tenaga pendidik medis yang ingin menjadi fasilitator atau pengajar dalam sesi simulasi kesehatan.
Sementara itu, program CTHS dikhususkan untuk teknolog dan operator laboratorium simulasi agar bisa mengelola perangkat medis canggih dengan aman.
Setiap peserta harus melalui serangkaian ujian praktis dan teoritis sebelum mendapatkan sertifikasi internasional tersebut.
Selain itu, sertifikasi ini juga diakui oleh Ministry of Health Singapore (MOH) dan beberapa universitas ternama di kawasan Asia.
Kehadiran sertifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan standar pelatihan dokter dan perawat di seluruh Asia Tenggara.
Dilansir dari The Straits Times, beberapa rumah sakit besar di Malaysia dan Thailand sudah menyatakan minat untuk mengadopsi program serupa.
Program ini juga membuka peluang kerja baru di bidang medtech (medical technology) dan edutech (education technology).
Tenaga medis bersertifikat akan memiliki daya saing lebih tinggi, terutama di rumah sakit internasional yang kini mencari profesional berpengalaman di bidang simulasi.
Pakar kesehatan menyebut bahwa simulasi kesehatan bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang membangun kepercayaan diri dan kemampuan berpikir cepat saat menghadapi pasien.
Dengan peluncuran CEHS dan CTHS, Asia Tenggara kini memiliki standar pelatihan medis yang sejajar dengan negara-negara maju.
Inisiatif ini sekaligus menandai komitmen Singapura untuk menjadi pusat inovasi medis di kawasan.
(J)
Editor : ALengkong